Protes Publik
Tuesday, 14 February 2012  -  Admin

Bagasi Hilang Di Penerbangan

Oleh : Edie Haryoto, Pemerhati Kebandarudaraan

Membaca beberapa kali Surat Pembaca di media masa tentang kehilangan bagasi di Bandara perlu kiranya diuraikan tentang proses  penanganan bagasi penumpang pesawat udara, agar para penumpang penerbangan  mengetahui  dengan pasti pihak yang bertanggungjawab dan harus diprotes apabila terjadi kehilangan/kerusakan atas bagasi dan atau isi bagasinya.  Kepada siapa penumpang mengajukan tuntutan dan menyampaikan keluhan ? Kepada Maskapai Penerbangan dan Perusahaan Ground Handlingnya atau pengelola Bandara ? Karena sebagian penumpang menyalahkan Maskapai Penerbangannya dan sebagian lagi menyalahkan Bandara

Ground Handling

Ketika seorang penumpang menyerahkan bagasinya di konter check in dan menerima baggage tag maka pada dasarnya bagasi tersebut telah menjadi tanggung jawab Maskapai Penerbangan yang digunakan penumpang tersebut.  Bagasi yang diterima diberi label sesuai dengan nomor flight penumpang yang bersangkutan termasuk flight lanjutannya jika penumpang yang bersangkutan transit atau transfer di bandara berikutnya. Beberapa Maskapai Penerbangan menyerahkan urusan check in penumpang, pengurusan bagasi dan juga penyiapan pesawat terbangnya kepada Perusahaan lain yang disebut Perusahaan Ground Handling. Perusahaan Ground handling terbesar di Indonesia ada dua, yakni PT Gapura Angkasa yang menangani ground handling Garuda Indonesia, MAS, JAL, China Airlines, Thai dan sebagainya serta PT Jasa Angkutan Semesta yang menangani Singapore Airlines, Saudia dan sebagainya. Di luar keduanya masih banyak Perusahaan Ground Handling lain dalam skala yang lebih kecil. Dengan kontrak antara Maskapai Penerbangan dengan perusahaan ground handling ini maka pada dasarnya maskapai penerbangan tinggal terbang saja karena semua urusan di darat bisa dilaksanakan oleh perusahaan ground handling. Namun demikian beberapa maskapai penerbangan melakukan sendiri urusan ground handlingnya, misal Lion Airlines, Batavia dan sebagainya kecuali jika di suatu Bandara penerbangan dari Maskapai tersebut  hanya satu-dua flight, maka biasanya penanganan di darat diserahkan ke perusahaan ground handling lokal. Dalam hal suatu Maskapai Penerbangan menyerahkan urusan handling bagasi ini ke Perusahaan Ground Handling maka Perusahaan tersebutlah yang menangani bagasi penumpang sejak diterima di konter  check in, memberi label, mencatat, membawa ke pesawat terbang dan meletakkan di ruang muat pesawat terbang. Di Bandara tujuan jika Maskapai Penerbangan tersebut menunjuk juga ground handling (bisa perusahaan ground handling yang sama dengan Bandara asal bisa juga Perusahaan yang berbeda), maka Perusahaan ground handling tersebut yang akan mengambil bagasi dari pesawat terbang mencatat dan meletakkan di conveyor belt bagasi di Bandara tujuan agar bisa diambil penumpang yang bersangkutan. Jika Maskapai Penerbangan penerbangan tidak menunjuk perusahaan ground handling maka Masakapai Penerbangan itu sendiri yang menangani proses tersebut

Maskapai Penerbangan

Sebagaimana uraian di atas maka apabila maskapai penerbangan menunjuk perusahaan ground handling maka sebenarnya tanggung jawab atas kerusakan/kehilangan bagasi adalah Perusahaan Ground Handling yang bersangkutan. Namun demikian kontrak angkutan yang ditunjukkan dengan adanya baggage tag adalah antara Penumpang dan Maskapai Penerbangan, sehingga tuntutan (claim) atas kerusakan dan kehilangan bagasi tetap ditujukan kepada Maskapai Penerbangan tersebut. Tentang tanggung jawab Perusahaan Ground Handling adalah urusan Maskapai Penerbangan yang diatur dalam kontrak antara keduanya bukan urusan penumpang langsung ke perusahaan ground handling.

Bandara

Bandara pada dasarnya adalah penyedia fasilitas di Terminal kedatangan dan keberangkatan pesawat udara. Karena penumpang menggunakan fasilitas ruang tunggu, eskalator, A/C, toilet dan sebagainya maka penumpang harus membayar PSC (Passenger Service Charges yang sering disebut  Airport Tax yang sesungguhnya sama sekali bukan Tax akan tetapi seperti Karcis Peron di Stasiun KA). Perusahaan ground handling atau maskapai penerbangan menggunakan fasilitas bongkar muat bagasi di Terminal termasuk X Ray, conveyor dan sebagainya, untuk itu mereka harus membayar sewa dan konsesi kepada pengelola Bandara. Namun demikian sekalipun Perusahaan ground handling dan maskapai penerbangan memiliki sekuriti sendiri, keamanan secara umum dari lingkungan Bandara adalah tanggung jawab pengelola Bandara. Di Indonesia pengelola Bandara besar di Wilayah Barat adalah PT Angkasa Pura II, di Wilayah Timur adalah PT Angkasa Pura I, dan Bandara-bandara kecil dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Di samping itu juga ada Kantor Otoritas Bandara yang merupakan organisasi di bawah Direktorat Jenderal Perhubungan Udara yang salah satu tugasnya adalah masalah sekuriti Bandara.  Dengan demikian lingkungan Bandara yang tidak aman tentu juga menjadi kewajiban Pengelola Bandara dan juga Otoritas Bandara

Jadi dimana terjadi kehilangan/kerusakan bagasi ?

Pada dasarnya kerusakan/kehilangan bagasi dapat terjadi di semua titik sejak bagasi diserahkan oleh penumpang ke konter check in, baggage make up  sampai dengan baggage break down dan diambil penumpang dari conveyor belt Bandara tujuan. Kehilangan/kerusakan secara teknis dapat dilakukan oleh petugas ground handling/maskapai penerbangan/bandara bahkan juga fihak lain seperti cleaning services, petugas maskapai penerbangan lain (karena bekerja di area yang sama) dan sebagainya. Namun demikian pengawasan terhadap bagasi tersebut tetap menjadi tanggung jawab Maskapai Penerbangan. Dengan demikian judul berita misal ; Bandara Polonia rawan kehilangan bagasi kurang tepat, pertama karena belum tentu hilang/rusaknya terjadi di Bandara Polonia karena bisa saja terjadi di Bandara asal pemberangkatan penumpang tersebut. Kedua tanggung jawab hilang/rusaknya bagasi adalah pada Maskapai Penerbangan sebagaimana penjelasan tersebut di atas

Jadi kemana harus mengadu jika bagasi hilang ?

Berdasar uraian di atas maka jelaslah bahwa apabila penumpang kehilangan/kerusakan bagasi maka Bandara tidak dapat diminta pertanggungjawabannya secara langsung, karena bukan Bandara yang mengurus proses bagasi penumpang. Yang harus diminta pertanggungjawaban adalah Maskapai Penerbangan yang bersangkutan. Beberapa Maskapai Penerbangan telah mengasuransikan kehilangan/kerusakan bagasi ini. Di samping itu regulasi dari Kementrian Perhubungan/Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mengatur secara jelas mengenai ganti rugi yang harus diberikan kepada penumpang yang bersangkutan. Selanjutnya penyelidikan lebih lanjut dari Maskapai Penerbangan dapat menjadikan tuntutan Maskapai Penerbangan kepada Perusahaan Ground Handling, Bandara, Perusahaan sekuriti dan sebagainya.

Contoh beberapa kasus

Dari beberapa kasus yang pernah terjadi pernah ditangkap beberapa pelaku “pendodosan” bagasi oleh petugas ground handling maskapai penerbangan lain, pernah diketahui bahwa beberpa “pendodosan” terjadi di Bandara Changi Singapura. Pernah pula diketahui  justru titik rawan di “dodos” nya ketika di dolly /gerobak angkutan dari area bagage make up ke pesawat terbang. Juga pernah ditangkap adanya kerja sama sindikat antara beberapa petugas ground handling suatu maskapai penerbangan dengan sekuriti maskapai penerbangan lainnya.  Kejadian ini jauh berkurang sejak pihak Bandara dan Perusahaan ground handling memasang CCTV di area baggage make up dan baggage break down .Yang paling sering sebenarnya adalah bagasi bukan hilang akan tetapi “kesasar” karena salah memasang label tujuan  ke Bandara yang berbeda dengan Bandara tujuan penumpang

Saran

Penumpang punya hak ganti rugi jika terjadi kerusakan/kehilangan bagasi. Namun demikian sebaiknya juga penumpang berhati-hati dengan menggunakan tas dan gembok yang kuat atau di wrap up dengan mesin yang tersedia di Bandara dengan membayar. Hal ini patut dipertimbangkan jika dalam bagasi terdapat barang yang relatif berharga namun terpaksa harus dibagasikan. Akan tetapi yang terbaik tetap jika membawa  barang berharga sebaiknya dibawa ke kabin dan tidak dimasukkan dalam bagasi.  Garuda Indonesia dan Ground Handling nya PT Gapura Angkasa juga mewajibkan penumpang untuk “strapping” bagasi nya di petugas ground handling tanpa biaya untuk mengurangi kemungkinan “pendodosan” bagasi, sehingga sebaiknya penumpang melakukan strapping ini sebelum diserahkan ke konter check in. Perhatikan juga label bagage tag bagasi anda, apakah bandara tujuannya telah benar. Segera lakukan pengaduan ke lost and found jika ada kehilangan/kerusakan bagasi. Jika itu semua sudah dilakukan belum beres juga silahkan mengadu ke website dan twitter “PROTES PUBLIK” dan akan dibantu.

 

14 thoughts on “Bagasi Hilang Di Penerbangan

  1. Ny dr Hendro Wibowo

    saya berangkat dari Kendari tgl 3 April 2012 jam 12.20 siang, transit di Makassar dan tiba di Jakarta jam 15.15 dengan pesawat Garuda Indonesia, tiba di Jakarta 1 koper saya tdk ada/hilang, sy sudah melaporkan dan kty tunggu 3 hari, sy sudah mencarai di bandara lost and found dan menelfon ke Garuda beberapa kali namun sampai hari ini tgl 7 April 2012 blum ada kejelasan tentang koper sy, yg membuat saya sakit hati adalah isi dari koper yg seharusnya bisa kabin itu adalah data2 pasien,external hardish dimana isinya adalah byk data dan foto2 penting selama saya bertugas sbg dokter di Wakatobi. padahal wkt di bandara Kendari koper kecil itu harusy sy kabin agar aman tp petugas Garuda Kendari ngotot meminta kami agar di bagasikan dg alasan ssngat aman, namun apa yg terjadi smpi detik ini Garuda Indonesia tidak menunjukkan itikad baiknya dlm menangani keluhan saya. mohon saya di bantu, trimaksih….

    Reply
  2. Arie Darmana

    Dear Pak Edie Haryoto,

    Terimakasih share tulisan yg lugas dan jelas tentang bagasi hilang di penerbangan, hal ini dapat menjadikan pembelajaran bagi masyarakat pengguna jasa penerbangan.

    warm rgds,

    Arie Darmana

    Reply
  3. Opyan Nainggolan

    Pada tanggal 12 Juli 2012 pukul 06.15 WIB saya check in di Terminal 2F Garuda Indonesia, dimana saya membawa 1 (satu) tas travel merk DIADORA namun tidak digembok. Adapun isi dalam tas tersebut adalah pakaian, buku dan paling atas adalah 1 (satu) slop rokok ESSE Golden Leaf yang saya beli sebelum saya berangkat ke Bandara Soetta. Saya dengan nomor penerbangan GA 512 dan nomor e ticket 1262244755936-1 take off pukul 06.55 WIB. Saya mendarat di bandara Sepinggan Balikpapan lebih kurang pukul 10.15 WITA dan langsung menuju ke tempat tujuan saya. Akan tetapi, pada saat saya hendak mengambil rokok didalam tas DIADORA ternyata sudah tidak ada sama sekali. Saya langsung telp ke rumah di Jakarta ternyata barang tidak ada tertinggal. Pada pukul 13.00 (lebih kurang) WITA saya menghubungi customer service Garuda Indonesia di nomor (021)23519999 dimana pada saat itu yang menerima adalah sdri lala, dengan nomor pengaduan BCO13174/12 dia menyarankan agar saya menelpon bagian bagasi di balikpapan di nomor (0542) 766853 – 766866. Saya langsung menelpon nomor pengaduan namun tidak diangkat. Saya kembali menelpon CS dan kepada orang yang sama sdri. lala dia menyarankan saya menghubungi bagasi di bandara Soetta. Saya disini adalah korban kehilangan dan saya melihat bukan solusi yang diberikan melainkan saya di “ping-pong” dengan alasan tidak jelas. Apakah seperti ini pelayanan Garuda Indonesia??? Sangat miris sekali dengan iklan yang ditanyangkan di media televisi tetapi ternyata sama sekali tidak sesuai kenyataan. Kembali saya menghubungi CS pada tanggal 13 Juli 2012 dengan sdri. nana dan sdri siva tetapi saya hanya diberikan nada tunggu tanpa ada respon yang cepat karena saya diluar kota. Bagaimana manajemen GI menanggapi ini? Keamanan barang2 penumpang saja sudah diragukan, gimana yang lain? Saya harap semua pihak membuka mata mengenai hal ini karena ini bisa terjadi pada siapapun dan kapanpun dengan menggunakan pesawat garuda indonesia. Mengecewakan sekali.

    Reply
    1. admin Post author

      Seharusnya bagian kehilangan dan penemuan barang Garuda Indonesia di bandara Sepinggan, Balikpapan yang menangani dan konsumen tinggal tunggu saja. Lokasi pencurian bisa di bandara asal maupun di bandara Sepinggan, tetap itu tugas Garuda Indonesia.

      Reply
  4. Fransisca

    Kalau bagasi hilang di area x-ray bandara sebelum check in proses, apa bisa di claim ke penanggung jawab bandara?

    Reply
    1. admin Post author

      Kalau bagasi hilang di luar area check-in itu urusan kepolisian. Kalau hilang di x-ray atau area check-in itu tanggung jawab bandara

      Demikian

      Reply
  5. catrin

    1 Desember 2012 keluarga saya berangkat dari bandara Adi soecipto jogja ke Juanda Surabaya, penerbangan Lion Air, JT 1812. sesampai di Juanda 1 koper milik ibu saya tidak diketemukan, sudah dilaporkan ke pihak terkait dan diberitahukan akan dikabari segera. besok ditelpon mereka bilang akan melacak saat itu juga dan akan menelpon jam 5. jam 5 lewat sampe keesokan hari tidak ada telpon dari pihak lion. ayah saya mencoba menelpon beberapa kali tidak diangkat. saya juga mencoba menelpon dan akhirnya diangkat. dari pihak Lion mengatakan belum ada respon mengenai kehilangan tersebut dan berjanji akan melacak lagi dan menelpon setengah jam kemudian. kembali tidak ada telpon dan ayah saya mencoba menelpon kembali dan diminta menunggu sampe sore hari. dari percakpan pihak lion dengan saya sebelumnya, mereka berdalih ciri2 koperkurang cuma warna dan merk. saya jd bertanya tanya ada berapa koper yang hilang sehingga mereka kesulitan mencari, ketika saya menanyakan itu dan mengatakan meskipun koper itu tidak ada tanda khusus harusnya klo hilang di bandara lain dapat segera ditemukan. kecuali memang jika yg hilang ada puluhan krn klo cuma 5 pun pasti bisa dibedakan segera. pihak lion tersebut tampaknya tidak bisa mengelak argumen saya dan berjanji akan melacak lagi. benar2 mengecewakan dengan pelayanan yang lambat, respon yang lambat semua serba lambat.

    Reply
  6. Muhammad Imron

    Memang “BRENGSEK” dunia maskapai kita, bbrp hari yg lalu, tgl 25 Dec 2012, saya juga kehilangan handycam & ipod nano dalam bagasi saya di penerbangan Garuda (GA-0352,SUB-BPN,boarding 16:00WIB).Sebenarnya ini sdh melewati batas access control yg hrsnya jd bagian safety factor penerbangan maskapai bersangkutan. Logikanya barang aja bisa ilang jelas2 dlm bagasi maskapai, bisa jadi suatu saat nanti ada barang yang bisa se-enaknya dimasukan dlm bagasi penumpang oleh “un-authorized person”. Nah kalo yg dimasukkan bom bagaimana ini? Harusnya maskapai dan gapura angkasa “aware” dgn banyaknya permasalahan ini. Saya sdh melaporkan sesaat setelah bagasi saya terima keluhan ini tapi sampai skrg pun status investigasi yag “katanya dilakukan” jg blm saya terima hasilnya. Memang sptnya tdk ada niatan utk menyelesaikan permasalahan ini. Makanya “ga boleh terbang di EROPA”, malu lah maskapai terbaik bangsa kok “sembrono” kayak gini.

    Reply
  7. jheani

    Seberapa besar kemungkinkan bagasi hilang atau rusak diganti oleh Garuda? Saya baru saja kehilangan stoller, sudah klaim ke Garuda katanya akan dicari ke badara transit (padahal saya tidak pindah pesawat) dan akan diantar jika sudah ditemukan. Jika dalam waktu 1 mg belum ada kabar, maka akan di ganti rugi. Tapi mereka tidak dapat menunjukkan prosedur tertulis bagaimana ganti rugi, berapa lama, apa dokumen yang diperlukan dll dan table berapa besar ganti ruginya.

    Ini yang pertama kali terjadi untuk saya, apakah ada yang bisa share “positive” news mengenai kehilangan bagasi, saya baca disini semua membuat saya pesimis.

    Reply
    1. admin Post author

      Ibu Jeani,

      Sudahkah lewat satu minggu dari waktu terakhir klaim, Ibu?
      Kalau mengenai prosedur detail ganti rugi biasanya keterangan tersebut ada di tiket atau ibu bisa melihat aturannya di Permenhub No. 77 tahun 2011.

      Semoga stroller milik Ibu bisa segera ditemukan.

      Reply
  8. reza

    sumaph ya PESAWAT GARUDA emang bangsat. tetaptnya tanggal 10 Desember 2012, saya juga mengalami kehilangan barang di bagasi dari pontianak ke jakarta. barang yang hilang adalah camera poket.
    setelah saya mengecek dan melihat barang bawaan saya ada yang hilang saya melaporkan ke claim bagasi di terminal 2.
    setelah saya melapor, petugas langsung menimbang bagasi yang saya bawa dan di nyatakan bahwa barang bawaan saya tidak berkurang beratnya. “ya iyalah tidak berkurang, emang berat camera poket mempengaruhi berat bawaan saya”. kemudian di foto oleh pihak keamanan. saya di janjikan akan di hub paling lambat 1 minggu karena akan dilakukan investigasi oleh pihak garuda.
    al hasil sampai detik ini, 02 januari 2013 tidak ada sayupun pighak garuda yg menghubungi saya. huf… apes kali lah nasib saya ini…
    akhirnya saya berinisiatif untuk menghubungi garuda dan dinyatakan bahwa berkas punya saya masih dalam investigasi? “waw, lama amat investigasinya? emang bakal balik ya tuch barang”
    emang pesawat garuda indonesia bajingan. mendingan ganti nama aja dah, jangan bawa2 garuda indonesia. anjing tuch pesawat garuda indonesia

    Reply
    1. daniel

      Tgl 4 desember 2012 saya naik lionair dengan penerbangan JT262 Surabaya-Tarakan.Rancel saya masukkan kebagasi,sampai ditarakan bagasi saya tidak muncul.saya klaim ke petugas bandara,saya diberikan sebuah fomulir dan dengan janji akan segera dicaritahu keberadaan rancel saya dan akan segera memberikan kabar.ternyata sampai hari ini saya tidak memdapat kabar apapun dr petugasnya.singkat cerita saya ada mencoba menghubungi petugas bandara ditarakan dan disurabaya,tp malahan saya dibuat bingung(oper sana sini).mohon sarannya pak,kemana lg saya harus klaim,kalau ke petugas bandara sepertinya percuma saja.tq

      Reply
  9. bambang trianto

    Salam.
    Mohon bantuannya bagaimana langkah terbaik.
    Paman saya nake garuda d bulan desember 2012. Dan kwhilangan bagasi. Rute dps-lop. Setelah tiba bagasi tidak muncul, dan langsung melapor ke petugas ll. Sampai saat ini. D suruh tunggu dan menunggu..lapor k garuda kota dsuruh ke b, jarak k bil dri kota 1jam. Tpi d bil barang juga tsk ada. Dalam tas isix obat2an dan doc. Sudah hampir 6bulan d suruh tunggu, sebenarnya bagaimana Cara saya agar dapat cepat minta ganti rugi,daini rasanya di pingpong.
    Mohon bantuannya langkah YAng bener untuk protes.
    D tu ggu balasannya d email ya .terima kasih

    Reply
  10. lion hater

    Saya naii penerbangan lion JT2556 tanggal 3 agustus 2013 dgn rute manado-jog transit di jakarta. Ternyata delay di jakarta selama 3 jam tanpa mendapat kompensasi krn penumpang sudah disuruh boarding sblm 3 jam (semacam tipu muslihat dari lion). Sampai di jogja, koper saya ga ada. Dan banyak penumpang yg mengalami hal yg sama dgn saya, kehilangan koper. Akhirnya saya diminta membuat laporan (PIR). tanggal 4 agustus, saya dihubungi lion, katanya koper saya sudah ketemu. Ketika saya ambil, saya cek sekilas, barang masih ada semua. Begitu sampai di rumah, saya buka koper lagi, saya ambil barang saya yaitu kotak jam tangan, ternyata jam tangannya sudah hilang, tinggal kotaknya. Saya telpon ke lion, cuma dijawab bahwa ada peraturan yg menyatakan barang berharga tidak boleh ditaruh di bagasi. Oke, memang ada peraturan seperti itu. Tapi apa iya krn ada peraturan seperti itu, lantas petugas cargo boleh mengambil barang berharga yg dimasukan bagasi???

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Ikutan Protes

Untuk ikut berpartisipasi melakukan protes, silahkan login atau mendaftar terlebih dahulu.

Solusi Protes
Tuesday, 19 June 2012
Sistem Transportasi Publik – Belajar dari Negara Lain (Bag.2)

Sebagaimana disampaikan pada tulisan di Bagian 1, dapat disimpulkan bahwa  sistem transportasi publik di Amsterdam dan Berlin sebagai contoh, memang sudah dirancang untuk kelancaran dan kenyamanan penggunanya. Dengan perancangan sistem yang baik, orang yang tidak disiplin pun dididik untuk menjadi disiplin. Orang-orang Indonesia di luar negeri selalu tertib antre, tertib jika akan masuk angkutan umum, […]

Tuesday, 14 February 2012
Prinsip Mengelola Finansial

Tahun baru merupakan saat bagi kita memperbaharui komitmen untuk menjadi lebih baik daripada sebelumnya. Mungkin ada di antara Anda yang berpikir bahwa cara untuk memiliki keuangan yang lebih baik adalah dengan mencari pekerjaan baru agar mendapat gaji yang lebih tinggi. Bahkan Anda sudah membuat rencana dan target dengan gaji baru yang berjumlah 2 kali lipat […]

Wednesday, 7 December 2011
Merencanakan Hidup Hemat

Hindari gaya hidup boros. Buat batasan pengeluaran keuangan setiap bulan. Ini agar tidak cepat ‘lapar’ mata untuk membeli sesuatu yang sifatnya tidak mendesak. Menabunglah sekarang juga. Kunci kesuksesan menabung adalah menyisihkan uang di awal ketika menerima upah atau gaji. Setelah itu alokasikan untuk pengeluaran rutin. Buka rekening yang tidak mudah diambil. Untuk pembelian dengan jumlah […]

  • Ad
Copyrights © 2013. Kebijakan Pelayanan Publik - Kebijakan Pemerintah Indonesia by ProtesPublik.com