Protes Publik

5 September 2016

Wanita dan kesehatan reproduksi

Wanita adalah mahluk istimewa, sepanjang hidupnya wanita menjalani berbagai  “peran” sebagai konsekuensi dari organ tubuh dan hormon yang mendominasi tubuhnya. Dimulai dari periode menstruasi di masa remaja, hingga di usia dewasa menjadi ibu yang mengandung sampai menyusui.

Dibalik berbagai fase dalam hidupnya tersebut menjadikan wanita lebih rentan terhadap ancaman penyakit terutama yang berhubungan dengan organ reproduksinya.  Penyakit kanker serviks dan kanker payudara merupakan penyakit dengan prevalensi (jumlah penderita di suatu wilayah di waktu tertentu) tertinggi di Indonesia. Bahkan menurut data WHO, Indonesia adalah negara dengan jumlah penderita kanker serviks terbanyak di dunia. Setiap tahunnya terdapat sekitar 15 ribu kasus baru kanker serviks di Indonesia. Kanker serviks juga menjadi peringkat pertama pembunuh wanita di Indonesia.  

Tingginya angka kematian akibat kanker, salah satunya disebabkan karena kurangnya pemahaman wanita terhadap kesehatan reproduksi mereka. Ditambah lagi gejala penyakit ini baru dapat dirasakan justru pada saat perjalanan penyakit tersebut sudah mencapai tahap akhir (atau dengan kata lain tanpa gejala). Pola berpikir kita dalam menjaga kesehatan penting untuk diubah menjadi tindakan preventif daripada tindakan mengobati penyakit. Melakukan pemeriksaan/tes kesehatan secara reguler sejak usia dini adalah salah satu cara terbaik memerangi dampak terburuk penyakit tersebut.

Ada 3 pemeriksaan kesehatan reproduksi wanita yang harus dilakukan sejak usia dini atau sejak wanita aktif secara seksual:

Untuk wanita berusia 20-30 disarankan melakukan SaDaRi (periksa payudara sendiri) setiap bulan sekali, tata cara melakukannya dapat ditemukan pada brosur-brosur yang tersedia di fasilitas kesehatan atau mencari informasinya di laman Yayasan Kanker Payudara Indonesia http://pitapink-ykpi.or.id/

Memasuki usia 40 tahun, setiap dua tahun sekali wanita disarankan untuk melakukan Mammografi (pemeriksaan payudara menggunakan sinar x untuk mendeteksi tumor atau kista). Namun apabila terdapat riwayat kanker payudara dalam keluarga, maka pemeriksaan ini harus dilakukan mulai dari usia 20 tahun.

2. Pap Smear  

Semua wanita yang aktif secara seksual wajib menjalani tes ini setiap dua tahun sekali sampai usia 65 tahun, bahkan yang sudah divaksinasi HPV sekalipun. Papsmear dapat mendeteksi dini terjadinya infeksi virus penyebab kanker serviks, sehingga mampu menurunkan resiko terkena kanker serviks.

  1. Tes Penyakit Menular Seksual (PMS) atau Infeksi Menular Seksual (IMS)

Tes ini dilakukan untuk mendeteksi penyakit HIV, Klamidia (infeksi bakteri yang dapat menyebabkan gangguan reproduksi/kesuburan) dan Gonore (kencing nanah). Infeksi Menular Seksual biasanya diderita oleh mereka yang seringkali berganti-ganti pasangan seksual. Bersikap setia terhadap pasangan dan menghindari aktivitas seksual tanpa pengaman adalah cara menghindari penularan penyakit ini.

Selain pemeriksaan-pemeriksaan tersebut, wanita masih perlu membentengi diri dari penyakit yang berhubungan dengan reproduksi maupun kesehatan fisik melalui vaksinasi-vaksinasi berikut:

1. Vaksin HPV (Human Papilloma Virus)

Vaksin ini sangat efektif dalam mencegah infeksi HPV tipe 16 dan 18 yang menyebabkan sekitar 70 persen kanker serviks dan kanker anal. Pemberian vaksin HPV dilakukan selama 3 kali dalam 6 bulan (Pemberian vaksin pertama,  vaksin kedua-sebulan dari pemberian vaksin pertama dan vaksin terakhir-bulan ke 6 dari pemberitan vaksin pertama). 

2. Vaksinasi MMR

Vaksin untuk mencegah penyakit Measles (campak), Mumps (gondongan) dan Rubella (campak Jerman) penting dilakukan oleh wanita sebelum menikah terutama bagi mereka yang sedang merencanakan kehamilan. Apabila tidak terproteksi dengan vaksin ini, wanita hamil yang terinfeksi rubella dapat menyebabkan keguguran maupun bayi menderita kelainan bawaan barat.

3. Vaksinasi Td/Tdap

Vaksin untuk pencegahan penyakit Tetanus, diphtheria, dan acellular pertussis (sebelumnya dikenal dengan nama DPT). Selain vaksin HPV, vaksin Td/Tdap ini merupakan vaksinasi yang paling sering diberikan pada wanita saat premarital check up.

4. Vaksinasi Varicella (Cacar Air)

Vaksin Varicella wajib diberikan bagi wanita dewasa terutama mereka yang tidak memiliki kekebalan tubuh yang baik. Hal ini disebabkan manifestasi penyakit cacar air pada orang dewasa umumnya lebih berat daripada anak-anak. Varicella dapat menyebabkan cacat janin bila terjadi pada trimester pertama kehamilan, sehingga vaksin ini termasuk dalam salah satu premarital check up.

 

Nah buat protester yang sudah memasuki usia remaja, baru saja menikah atau aktif secara seksual segera agendakan  tes-tes kesehatan maupun imunisasi di atas ya. Mencegah tentu lebih baik dari pada mengobati. Namun demikian, jangan lupa untuk selalu disiplin menjalankan gaya hidup sehat tanpa asap rokok, alkohol, makan makanan sehat, tidur teratur dan rutin berolahraga. Salam Indonesia Sehat!

http://berandainovasi.com/inilah-data-dan-fakta-kanker-di-indonesia/


Contributor:

protes-public-profile

pratita

Pratita, praktisi komunikasi yang memiliki ketertarikan khusus untuk edukasi publik khususnya terkait dengan pendidikan perempuan dan kesehatan masyarakat.

Related posts

0 comments

Leave a comment