A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: imagejpeg(): gd-jpeg: JPEG library reports unrecoverable error:

Filename: helpers/captcha_helper.php

Line Number: 233

Protespublik - Langkah Pembuatan SIM

Protes Publik

5 September 2016

Langkah Pembuatan SIM

Indonesia menduduki urutan ketiga dalam jumlah penggunaan kendaraan terutama motor setelah Amerika Serikat dan Cina. Setiap hari, 1.130 unit kendaraan baru; 20 mobil dan 890 sepeda motor, berada di jalanan Jakarta. Namun, bertumbuhnya kendaraan di Jakarta tidak dibarengi dengan kesadaran masyarakat untuk mempunyai Surat Izin Mengemudi (SIM). Bahkan, banyak pengendara yang mengabaikan cara berkendara yang baik karena tidak memiliki SIM.

Surat Izin Mengemudi (SIM) adalah tanda bukti kompetensi, alat kontrol dan data forensik kepolisian bagi orang yang lulus uji kemampuan mengemudi kendaraan di jalan sesuai Undang-undang Lalu Lintas dan Angkutan Umum. Setiap pengemudi kendaran bermotor wajib memilki SIM. Peraturan ini tercantum pada pasal 18 (1) undang-undang No. 14 tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, bahwa setiap pengemudi kendaraan bermotor di wilayah wajib memilki SIM.

Bagi kamu yang belum pernah membuat SIM mungkin akan terkesan sulit atau berbelit-belit karena pembuatan SIM harus dibuat berdasarkan domisili serta mendengar isu mengenai banyaknya pungutan biaya oleh oknum petugas yang tidak bertanggung jawab. Namun, pembuatan SIM sangat wajib agar tidak ada rasa was-was ketika berkendara. Karena biasanya, pemilik kendaraan yang tidak memiliki SIM akan merasa was-was ketika polisi mengadakan operasi atau razia kendaraan. Sebab, dalam operasi razia polisi tidak akan segan-segan untuk menahan kendaraan yang kita punya jika surat-surat berkendaraan tidak lengkap.

Di Indonesia ada dua jenis SIM dan untuk mengetahui bagaimana proses dan persyaratannya perhatikan hal-hal berikut ini :

  1. Surat Izin Mengemudi (SIM) Kendaraan Bermotor Perseorangan. 
    Batas Usia Minimal pemohon.
  • SIM A : 18 Tahun
  • SIM B1 : 20 Tahun
  • SIM B2 : 20 Tahun
  • SIM C : 17 Tahun
  • SIM D : 17 Tahun
  1. Persyaratan Administratif
  • Warga Negara Indonesia dan memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  • Mengisi formulir permohonan
  • Sehat jasmani dan rohani, berpakaian rapi (pria kemeja berkerah dan celana panjang) dan tidak diperkenankan untuk memakai sandal.
  • Lulus ujian teori, praktik, dan/atau ujian keterampilan melalui simulator.
  1. Persyaratan Tambahan
  • Untuk pembuatan SIM B1 harus memiliki SIM A sekurang-kurangnya 12 bulan.
  • Untuk pembuatan SIM B2 harus memiliki SIM B1 sekurang-kuranganya 12 bulan.
  • Membayar pembuatan SIM Baru.
  1. Surat Izin Mengemudi (SIM) Kendaraan Umum.
  1. Batas Usia minimal pemohon.
  • SIM A Umum : 20 Tahun
  • SIM B1 Umum : 22 Tahun
  • SIM B2 Umum : 23 Tahun
  1. Persyaratan Administratif.
  • Warga Negara Indonesia dan memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  • Mengisi formulir permohonan
  • Sehat jasmani dan rohani, berpakaian rapi (pria kemeja berkerah dan celana panjang) dan tidak diperkenankan untuk memakai sandal.
  • Lulus ujian teori, praktik, dan mengikuti klinik mengemudi untuk mendapatkan Surat Keterangan Uji Klinik Pengemudi (SKUKP).
  1. Persyaratan Tambahan
  • Untuk membuat SIM A Umum harus memiliki SIM A sekurang-kurangnya 12 bulan.
  • Untuk membuat SIM B1 Umum harus memiliki SIM B1 atau SIM A Umum sekurang-kurangnya 12 bulan.
  • Untuk membuat SIM B2 Umum harus memiliki SIM B2 atau SIM B1 Umum sekurang-kurangnya 12 bulan.
  • Dan membayar biaya pembuatan SIM baru.

Mungkin bisa dibuat Infografik : Keterangan Jenis Golongan SIM Perorangan dan SIM Umum.

  1. Golongan Surat Izin Mengemudi (SIM) Perseorangan
  • SIM A, untuk mengemudikan mobil penumpang dan barang  perseorangan dengan jumlah berat yang diperbolehkan tidak melebihi 3.500 kg.
  • SIM B1, untuk mengemudikan mobil penumpang dan barang perseorangan dengan jumlah berat yang diperbolehkan lebih dari 3.500 kg.
  • SIM B2, untuk mengemudikan kendaraan alat berat, kendaraan penarik, atau kendaraan bermotor dengan menarik kereta tempelan atau gandengan perseorangan dengan berat yang diperbolehkan untuk kereta tempelan atau gandengan lebih dari 1.000 kg.
  • SIM C, untuk mengemudikan kendaraan bermotor roda dua yang dirancang dengan kecepatan lebih dari 40 km/jam.
  • SIM D, untuk mengemudikan kendaraan khusus bagi penyandang disabilitas atau berkebutuhan khusus.
  1. Golongan Surat Izin Mengemudi (SIM) Umum
  • SIM A Umum, untuk mengemudikan mobil umum dan barang dengan jumlah berat yang diperbolehkan tidak melebihi 3.500 kg.
  • SIM B1 Umum, untuk mengemudikan mobil penumpang dan barang umum dengan jumlah berat yang diperbolehkan lebih dari 3.500 kg.
  • SIM B2 Umum, untuk mengemudikan kendaraan penarik atau kendaraan bermotor dengan menarik kereta tempelan atau gandengan dengan berat yang diperbolehkan untuk kereta tempelan atau gandengan lebih dari 1.000 kg

Adapun alur prosedur untuk pembuatan SIM baru sesuai ketetapan adalah sebagai berikut :

  1. Mempersiapkan Surat keterangan sehat dari Dokter sebelum pengurusan pembuatan SIM.
  2. Mempersiapkan KTP asli dan beberapa fotokopi KTP, surat keterangan dokter untuk lampiran dokumen. Serta pulpen hitam untuk mengisi formulir.
  3. Membawa uang untuk membayar PNPB (Pajak Negara Bukan Pajak) sesuai PP 50/2010. Informasi lebih lanjut di https://www.polri.go.id/layanan-sim.php
  4. Mendatangi Satpas (Satuan Penyelenggara Administrasi SIM) Polri Terdekat.
  5. Datangi Loket Pertama : LOKET FORMULIR, menyertakan KTP asli, fotokopi serta surat keterangan sehat dari Dokter untuk melakukan pengecekan identitas. Isi dengan lengkap formulir tersebut seperti contoh yang sudah disediakan ditempat pengisian formulir.
  6. Setelah itu menuju Loket Kedua : LOKET UJI TEORI. Pendaftar mendapatkan kartu antrian. Tanyakan kepada petugas kapan waktu ujian teori akan dimulai.
  7. Ketika sudah saatnya nomor antrian pendaftar, maka petugas akan memanggil untuk menuju RUANG UJIAN TEORI. Ujian teori menggunakan sistem komputer, di mana pendaftar hanya menjawab pertanyaan dengan menekan tombol pilihan. Soal yang dipertanyakan kurang lebih 30, dan hasilnya bisa langsung keluar karena menggunakan sistem komputer.
  8. Setelah selesai, menuju Loket Ketiga : LOKET Ujian Praktek. Pendaftar dipersilahkan menulis nama dan alamat di buku mutasi ujian praktik dan melihat jadwal atau bisa bertanya kepada petugas kapan waktu untuk melakukan ujian praktik.
  9. Jika pendaftar dinyatakan lulus ujian praktik, lanjutkan ke Loket Keempat: LOKET BRI, dengan membawa berkas yang sudah disiapkan dan persiapkan uang untuk membayar PNBP (Pajak Negara Bukan Pajak) SIM yang akan dilayani petugas Bank BRI langsung.
  10. Setelah selesai proses pembayaran, langsung menuju Ruangan ENTRY DATA & FOTO SIM untuk memberikan berkas pendaftar dan bukti pembayaran. Setelah itu menunggu antrean di ruang tunggu untuk melakukan sesi foto.
  11. Jika sudah waktunya nomor antrean pendaftar, mesin otomatis akan memanggil nomor antrean pendaftar, dan pendaftar bisa menuju keruangan FOTO SIM. Proses Foto SIM meliputi :
    • Konfirmasi data pendaftar yang akan dibacakan petugas. Dan data diri akan diperlihatkan, jika data yang salah pendaftar bisa minta langsung petugas untuk mengkoreksi.
    • Mengambil sidik jari secara digital
    • Mengambil tanda tangan secara digital
    • Mengambil foto secara digital
  12. Setelah selesai, pendaftar akan kembali menunggu antrean untuk menunggu SIM yang sudah dicetak. Nama pendaftar akan dipanggil sesuai dengan yang tertera pada SIM yang sudah jadi.
  13. Setelah seluruh proses selesai, pendaftar diminta untuk memasukkan nomer antrean ke dalam kotak Point of Service. Kotak Point of Service dibagi menjadi 4 Kategori seperti : Sangat Puas, Puas, Kurang Puas, Tidak Puas. Selain itu, Pendaftar juga bisa menuliskan keluhan tentang pelayanan yang diberikan petugas selama proses pembuatan SIM.

Apabila pendaftar tidak lulus dalam ujian teori maupun praktik, aturan yang ditetapkan adalah anda harus kembali lagi dalam waktu dua (2) minggu. SIM merupakan bukti sah-nya pengendara diperbolehkan mengemudikan kendaraan di jalan. Untuk itu sebagai warga negara yang taat pada peraturan mari segerakan untuk membuat SIM. Jadi kapan kamu akan membuat SIM? :D


Contributor:

protes-public-profile

tami

Tami, anak muda dengan semangat membuat Indonesia menjadi lebih baik ini memiliki ketertarikan khusus dengan topik transportasi publik dan hak atas pejalan kaki. Tami percaya bahwa kontribusi untuk negara dimulai dengan langkah kecil seperti menggunakan transportasi umum untuk menuju lokasi aktivitas kita.

Related posts

0 comments

Leave a comment