Protes Publik

7 September 2016

Perubahan Iklim & Partisipasi Publik

Pada hari Senin, 13 Juni 2016, Protes Publik (PP) menghadiri acara buka bersama Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan. Acara buka bersama dibarengi diskusi antara netizen dan Ibu Menteri yang baru dilakukan pertama kali oleh Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan. Ada beberapa point menarik yang bisa kita pelajari  dari acara kemarin khususnya level kesadaran dan partisipasi masyarakat.

Namun sebelum masuk pembahasan tentang kedua topik tersebut, Protes Publik ingin menyegarkan kembali tentang pengertian perubahan iklim. Berdasarkan penjelasan akademisnya perubahan iklim adalah  perubahan iklim menurut Enviromental Protection Agency (Amerika Serikat) adalah perubahan iklim secara signifikan yang terjadi pada periode tertentu.

Untuk orang awam, perubahan iklim dapat dirasakan dengan di masa di mana seharusnya kemarau, justru hujan lebih sering turun. Perubahan ini akan berdampak cukup signifikan khususnya terhadap pola tanam hingga berujung kepada pasokan pangan dan akhirnya kelangsungan hidup umat manusia pun terancam.  Perubahan iklim ini diprediksi  tiap tahun mengakibatkan kematian sebanyak 300.000 orang di dunia. Kiamat sudah dekat!

Kembali ke acara diskusi KLH&K di atas, Protes Publik akan membahas tentang level kesadaran publik dan partisipasi khususnya di Indonesia. Asumsi PP, kesadaran publik terhadap perubahan iklim cukup tinggi dan hal ini dilihat dari ruangan yang hampir penuh oleh netizen, jurnalis yang sudah disediakan panitia bahkan yang menarik lagi adalah para peserta diskusi dengan semangat menceritakan tentang kesadaran mereka yang sudah diwujudkan dalam sebuah aksi konkrit di masyarakat. Namun apakah betul kesadaran ini sudah dirasakan oleh publik yang berada di level menengah ke bawah? Bagaimana memotivasi mereka ini juga dapat bergerak sesuai tujuan.

Begitu banyak aksi – aksi positif mulai dari diet kantong plastic, cintai pohon, dll  sudah dilakukan oleh publik terkait upaya mengerem perubahan iklim namun nampaknya kecepatan perubahan iklim jauh meninggalkan kita. Aksi sekecil apapun adalah tetap berguna namun kita butuh gelombang yang lebih besar untuk berpacu melawan waktu. Ironisnya lagi adalah kita juga berkontribusi untuk merangsang percepatan perubahan iklim dengan pola konsumsi yang berlebihan. Ibarat berperang melawan saudara sendiri L .

Protes Publik melihat aksi – aksi positif ini memiliki kesamaan visi yaitu berbuat sesuatu untuk bumi Indonesia dalam rangka perubahan iklim namun kita butuh kordinasi dan keseragaman langkah level nasional untuk mencapai tujuan selamatkan bumi khususnya untuk di Indonesia. Pemerintah sebagai manajer di dalam sebuah negara harus mampu menjadi kordinator dan playmaker sehingga semua pihak yang memiliki visi yang sama bergerak membuat goal yang ciamik yaitu gelombang besar untuk menyadarkan khalayak umum tentang ancaman terbesar umat manusia. Kalau bahasa kabinet ini, Butuh Rembug Nasional dan langkah kecil pertama sudah dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan. Patut diapresiasi!!

Pekerjaan Rumah Berikutnya adalah bagaimana pertemuan kemarin segera ditindaklanjuti oleh KLHK sebagai Project Manajer dari Gerakan Indonesia Selamatkan Bumi. Oya, kemarin juga sempat disebutkan bahwa “selamatkanbumi” menjadi hestek untuk partisipasi publik. Semoga tidak hanya sampai di level hestek saja J

Protes Publik akan terus memantau dan menunggu manuver seru dari KLHK untuk perubahan iklim dan kami siap bergerak untuk Bumi kita yang hanya 1.

 

Salam!


Protes Publik

 


Contributor:

protes-public-profile

rena

Pekerja yang berkutat di area komunikasi lebih dari 10 tahun. Antusias dengan pendidikan berkewarganegaraan dan selalu berusaha menjadi warga negara Indonesia dengan taat peraturan Republik Indonesia. 

Related posts

0 comments

Leave a comment