Protes Publik

14 September 2016

Mudik, Mudik, & Mudik

Mudik saat hari raya keagamaan seperti Idul Fitri sebenarnya tidak hanya ada di Indonesia. Di negara muslim lainnya, seperti Malaysia juga terjadi. Di Amerika pun orang akan mudik untuk merayakan hari Thanksgiving di setiap akhir bulan November begitu pula dengan Natal setiap tahunnya. Fenomena mudik yang fenomenal dan dahsyat ini memang hanya terjadi di Indonesia.

Mengapa dahsyat? Karena selain jumlah yang mudik sangat banyak, prasarana dan sarana transportasi di seluruh Indonesia juga minim. Akibatnya faktor keselamatan Mudikers diabaikan. Ini bedanya dengan Mudikers di negara lain.

Alat transportasi umum di Indonesia semuanya mengabaikan keselamatan, kecuali kereta api, karena yang dipentingkan masih daya angkut. Demi daya angkut, keselamatan nyawa manusia diabaikan. Sarana kereta api sejak Lebaran tahun 2012 lalu hanya mengangkut penumpang sesuai dengan jumlah kursi yang tersedia. Kebijakan ini menyebabkan keselamatan dan kenyamanan penumpang menjadi prioritas.

Minim dan tingginya biaya mudik menggunakan angkutan umum, menjadi alasan Mudikers untuk menggunakan kendaraan pribadi, baik mobil, motor bahkan Bajaj. Akibatnya kemacetan total terjadi di mana-mana di saat H-5 hingga H+5 Lebaran. Meskipun sebagian Mudikers mengatakan bahwa mudik tidak akan berkesan tanpa kemacetan tetapi akibat kemacetan parah ini angka kecelakaan fatal pun meningkat. Salah satu penyebab tingginya kecelakaan di jalan raya karena buruknya kualitas jalan raya. Jalan raya menjadi jagal manusia.

Jangan heran ketika Lebaran 2012 lalu, lebih dari 930 nyawa Mudikers meregang tewas di jalan raya dan sebagian besar adalah pengendara sepeda motor. Di tahun 2013 ini menurut prediksi pemerintah akan ada kenaikan 10% Mudikers. Sehingga jika pemerintah tidak tegas dan tidak punya terobosan yang canggih dengan membatasi atau melarang kendaraan roda dua untuk mudik, maka korban tewas saat mudik tahun ini bisa mencapai diatas 1.000 orang!!!

Bayangkan berapa kerugian secara material dari bangsa ini jika korban tewas mencapai lebih dari 1.000 orang. Belum lagi yang luka parah dan cacat permanen. Namun sebenarnya korban tewas sangat mungkin untuk dikurangi meskipun tidak mudah. Salah satunya adalah melarang mudik dengan menggunakan kendaraan roda dua/motor, apapun alasannya. Cuma beranikah pemerintah melaksanakan secara tegas?

Pemerintah harus mengeluarkan maklumat bahwa mudik dan balik dengan motor dilarang, kecuali motor dinaikan ke kapal, kereta api atau truk. Supaya menarik Mudikers, biaya mudik plus angkut motor disubsidi pemerintah. Itu bentuk tanggung jawab pemerintah terhadap publik sebagai akibat ulah pemerintah yang abai menyediakan angkutan umum yang baik, nyaman dan aman khususnya saat musim mudik Lebaran seperti saat ini.

Jika pemerintah tidak mampu, sudah pasti pengendara motor beserta penumpang dan barang-barangnya akan memadati jalur mudik dan dalam waktu yang bersamaan arisan nyawa di jalan raya terus berlangsung. Mudik… mudik… mudik… Salam. 


Contributor:

protes-public-profile

AP

Agus Pambagyo atau biasa dipanggil AP, beliau adalah pakar kebijakan publik dengan jam terbang lebih dari 20 tahun. Kepekaan terhadap masalah publik terasah ketika bergabung dengan YLKI dan menjadi Wakil Ketua hingga 2001 dan sebagai advokator publik hingga saat ini.

Related posts

0 comments

Leave a comment