Protes Publik

3 October 2016

BPJS Kesehatan Cermin Gerakan Nasional Revolusi Mental

Hampir kurun dua tahun berjalan, BPJS Kesehatan beroperasi menyelenggarakan jaminan sosial di bidang kesehatan. Komitmen untuk memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat tetap menjadi misi utama yang dijunjung tinggi demi mewujudkan Indonesia yang lebih sehat.

”Jika ditelaah lebih dalam, sesungguhnya apa yang dijalankan oleh BPJS Kesehatan merupakan pencerminan total dari Gerakan Revolusi Mental (GNRM) yang ditetapkan oleh Pemerintah,” ungkap Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris di Jakarta, baru-baru ini.

Fachmi Idris menambahkan, hal tersebut dikarenakan tiga nilai utama GNRM, yaitu integritas, etos kerja, dan gotong royong, memiliki relevansi yang sangat erat dengan Tata Nilai Organisasi yang diterapkan BPJS Kesehatan. ”Yaitu integritas, profesional, pelayanan prima, dan efisiensi operasional,” tuturnya.

Oleh karenanya, lanjut Fachmi Idris, sama halnya dengan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan, GNRM dapat terwujud apabila warga negara Indonesia mengedepankan integritas, kerja keras dan gotong royong. Hal ini merupakan gerakan hidup baru untuk mengubah cara pandang, pikiran, sikap, dan perilaku manusia. ”Sebagaimana diketahui, orientasi dari Gerakan Nasional Revolusi Mental adalah kemajuan yang bisa membuat Indonesia menjadi bangsa yang besar dan mampu berkompetisi dengan bangsa lain. Gotong royong menjadi kunci utamanya,” ungkapnya.

Prinsip gotong royong sendiri dalam BPJS Kesehatan menjadi dasar pelaksanaan program, yaitu di mana secara tak langsung peserta yang sehat membiayai peserta yang sakit, dan peserta yang mampu membiayai peserta yang kurang mampu. Setiap bulan, iuran peserta BPJS Kesehatan digunakan untuk membiayai para peserta yang sedang sakit, membutuhkan biaya pengobatan yang besar, dan atau membutuhkan pelayanan kesehatan seumur hidup seperti penyandang hemofilia dan thalassemia. Iuran bulanan dari para peserta BPJS Kesehatan yang sehat itulah yang dapat menutup pembiayaan tersebut.

Dengan nominal yang sangat terjangkau oleh masyarakat, yaitu Rp 59.500 (kelas I), Rp 42.500 (kelas II), dan Rp 25.500 (kelas III), para peserta yang sehat dapat bahu-membahu membantu peserta yang sakit. Jika suatu hari seorang peserta yang sehat itu mendadak jatuh sakit dan membutuhkan biaya pengobatan yang besar, maka ia pun akan ditanggung oleh iuran bulanan peserta sehat lainnya. Dengan demikian, manfaat iuran yang dibayarkan peserta BPJS Kesehatan tersebut akan terus berputar, membiayai mereka yang membutuhkan. Sehingga melalui program JKN oleh BPJS Kesehatan diharapkan seluruh masyarakat Indonesia dapat memperoleh jaminan kesehatan yang adil dan merata.

Mengacu pada amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional dan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 yang menetapkan BPJS Kesehatan sebagai badan penyelenggara program jaminan sosial di bidang kesehatan yang berada langsung di bawah naungan Presiden RI, sudah selayaknya BPJS Kesehatan mendukung Gerakan Nasional Revolusi Mental.

Untuk itu, sebagai wujud dukungan terhadap program pemerintah serta memperkuat komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, Duta BPJS Kesehatan di seluruh Indonesia serentak mendeklarasikan Gerakan Nasional Revolusi Mental. Tekad dari deklarasi serentak itu adalah untuk menyuarakan nilai-nilai integritas, etos kerja dan gotong royong untuk yang harus dijunjung tinggi untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi dan berkepribadian dalam budaya.

”Dalam momen penting ini, BPJS Kesehatan siap menjadi laboratorium Gerakan Nasional Revolusi Mental,” tegas Fachmi Idris, yang menargetkan seluruh masyarakat Indonesia akan menjadi peserta BPJS Kesehatan pada 2019 mendatang.

Sebagai laboratorium dalam Gerakan Nasional Revolusi Mental, Fachmi berharap, semangat yang ditanamkan BPJS Kesehatan dapat menular kepada masyarakat luas, khususnya bagi stakeholders terkait seperti fasilitas kesehatan dan peserta BPJS Kesehatan dalam mensukeskan program Jaminan Kesehatan Nasional untuk bersama-sama memperkokoh komitmen untuk berubah mewujudkan Indonesia yang lebih baik. (DS)


Contributor:

protes-public-profile

TimProtesPublik

Tim Protes Publik berdiri sejak 17 Agustus 2011 terdiri dari beberapa individu yang tertarik terhadap kebijakan publik yang berlaku di Indonesia. 

Related posts

0 comments

Leave a comment