Protes Publik

15 November 2016

LAPOR POLISI..

Niat gue ngelaporin itu sebenarnya karena abis ditipu ama online shop di FB  dan masih liat akun itu tetep jualan, while komen gue di delete dan gue di block dari dunia perkomenan dia, meskipun gue masih bisa lihat aktifitas dia. Setiap ada yang nanya harga barang atau barang jualannya, gue coba intip FB yang bersangkutan,…ada yang guru, ibu rumah tangga, PNS, mahasiswa, .. yang kayaknya pada keblinger dengan jualan dia yang murah dan kalo difotonya sih .. bagus-bagus yak… buat mereka mungkin uang segitu lumayan, karena mereka bisa irit gak ke mall …... Buat gue juga, okelah, masih dibawah standar dari nilai belanja online yang gue tetap sendiri… artinya kalaupun sebenernya di tipu kayak sekarang ini, masih bisa legowo, meskipun KZL yeee….hehehehehe…

Jadi apa aja yang musti loe lakukan untuk ngelaporin si penipu?

1. Niatan awal gue, jelas gak ngarep duit gue balik, tapi mau bikin kapok itu penipu. Or at least kalo mau nipu tuh, abis nipu ngilang kek, ganti nomer kek, ganti norek kek…modal kek dikit….ini sih enggak…manteng aja dengan nomer rekening yang sama dan nomer telpon yang sama…

2. Berhubung gue transfer pake BCA, maka gue lapor ke BCA. Yang gue minta dari BCA adalah pemblokiran nomer rekening, atas nama Hendro Susilo 383-117-2434. Syarat pemblokiran dari BCA yaitu:

a. Surat permohonan pemblokiran dengan meterai, ini kita tulis sendiri ya. ngarang aja, intinya minta diblokir nomer rekening si penipu. Jangan lupa cantumkan detil informasi nama penerima rekening, nomer penerima rekening, dan nomer hape atau nomer lainnya yang digunakan sebagai komunikasi. Gak usah pake bahasa hukum atau apalah, karena gue juga bukan orang hukum, poin-nya aja… jangan lupa sertakan juga ID laporan dari BCA ya. Supaya gampang trackingnya. 
b. Sertakan bukti transfer, dan juga bukti-bukti pendukung lainnya. dalam kasus gue, gue menyertakan capture screen komen gue yang bilang dia penipu, juga capture screen beberapa pembeli yang ditipu. 
c. Jangan lupa sertakan KTP
d. Setelah itu kirimkan dokumen tersebut ke email halobca dan hard copy serahkan ke BCA terdekat, surat lapor menyusul. 
e. BCA juga meminta surat lapor polisi.

Nah, awalnya, surat lapor polisi ini, gue pikir gampang bikinnya. Tapi ternyata lumayan panjang perjalanan yang gue harus lalui, karena ketidak tahuan gue.

Sedikit catatan: untuk surat lapor kehilangan, seperti ATM, Buku Bank dll, bisa dilaporkan di pos polisi, yang ada komputernya ya… jangan pos polisi di pinggir jalan yang suka buat polisi nongkrong… hahahahahah 
Tapi untuk kasus penipuan, ini masuk pidana, jadi harus lapor ke polsek atau polres.

Kenapa kemarin gue sampai harus ke 2 (dua) polres sebelum akhirnya berhasil mendapatkan surat lapor? … ya itu tadi, karena ketidak tahuan gue. Awalnya gue bilang sama polisi, minta dibuatkan surat untuk pemblokiran rekening bank, sama si polisi di polres tanah abang, disuruhnya ke POLDA, seperti yang dia bilang dengan gaya tengil:” yang tanda tangan untuk pemblokiran itu pangkat Kombessss”. Untung gak mucrat pas ngomong kayak gitu….

Balik kantor gue diskusi sama temen gue, dan dia bilang, jangan pemblokiran tapi penipuan aja. Nah itulah, kenapa akhirnya siangnya gue balik ke Polres Menteng. Dan ternyata tidak bisa lapor karena ada dokumen lain yang harus disertakan.

Akhirnya, pas besoknya, gue gak masuk kerja karena atit, siangnya gw ke polres Cimanggis (langsung sembuh tuh flu gue, karena ruangannya panassssss dan apek)… gue ke bagian SPK (Sentra Pelayanan Kepolisian). Gue diterima oleh pak Tuslam, yang sangat membantu dan juga sempat menceramahi gue soal belanja online (please deh pak…). Meskipun sempet menakut-2i gue bahwa gue akan di periksa, dia tanya ke gue: siap gak? Ya gue bilang aja: Siap pak, udah saya niatin.

Akhirnya gue dibuatian surat sama pak Tuslam ini, dan setelah suratnya selesai gue dibawa ke lantai atas untuk ketemu sama reserse (kayaknya yaa….gak paham juga gue), untuk dibuatkan BAP.
Ohya, ketika mau bikin surat lapor penipuan ini, jangan lupa bawa:

1. KTP 
2. Rekening koran dari bank dimana terjadi transaksi, dan minta record di tanggal terjadinya transaksi. Polisi TIDAK MENERIMA bukti transfer, karena bukti transfer tidak bisa membuktikan bahwa transferan itu berasal dari rekening kita (pelapor istilahnya)
Little tiny note: lain kali kalo mau belanja online, jangan dibarengi dengan transaksi lain, karena transaksi hari itu ke print semua, soale di kepo-in ama polisinya…huahahahahahahaha.
3. Bawa juga, dokumen yang kita kirim ke BCA (copynya aja), just in case di tanyain atau kita bisa info ke pak polisi, kalau kita sudah lapor BCA dan tinggal menunggu surat lapor polisi
4. LOCUS. Nah iniii…sebenernya untuk belanja online, kalo ditanyaian locus alias TKP, bisa susah jawabnya juga. Coba bayangkan kalau kita pas transaksi pakai mobile-banking, dan lagi di jalan tol, dan gak merhatiin sekeliling…gimana tuhh locusnya…atau pas kita lagi di luar negri… masak iya kita ke polres singapore atau KL? Yakelessss….
Kayaknya untuk locus belanja online, harus ada pertimbangan deh dari polisi, kalau gak ya kita main gampangnya aja, alias boong, untuk locusnya…
Sekarang kan era digital, semua perkembangan teknologi berjalan dengan cepat… apa gak sebaiknya aturan polisi juga mengalami penyesuaian? 
5. SAKSI, nah ini juga ditanyain. Siapa saksinya pas kita lagi transaksi… ya kaliiii, kita belanja online, terus panggil-panggil orang buat jadi saksi….. jangankan belanja online, transaksi di ATM juga kan gak ada saksi. Masak iya, pas gue transfer di ATM, gue manggil satpam buat jadi saksi? Aneh gak sih…..Akhirnya ya, gue tulis nama laki gue, biar jadi saksi….hahahah…ketauan deh, belenjong mulu…

Akhirnya ketemu sama reserse atau apalah itu sebutannya, gue di wawancara/interogasi mengenai kejadian penipuannya dan BAP keluar juga akhirnya, kalo gak salah sekitar 3 halaman. 

Hari ini, Jumat, 11 November 2016, surat lapor polisi, gue email ke haloBCA dan tidak lama berselang (sekitar satu jam-an dari gue imel), gue ditelpon sama haloBCA, pak Johan namanya. Dia bilang kalau dia coba menghubungi nomer si hendro susilo ini tapi sudah tidak aktif, terus gue kasih nomer yang gue punya. Langsung dihubungkan sama pak Johan, dan ternyata nomer yang gue kasihpun gak diangkat.

Pertanyaan penting bangett pastinya: BAYAR BERAPA SAMA POLISINYA?
Hahahahha…gue gak bayar yaaaaa sodara-sodara. Meskipun sempet ada ibu-ibu yang nanya ke gue: bu, nanti bayar gak sama polisinya? Gue jawab: saya gak mau bayar bu. Si ibu jawab: saya bayar deh, kasian. 
Heheheheheheh…..gak lama pas gue di tanya-tanya di SPK, sempet gue liat ada yang ngasih duit pas bikin surat kehilangan SIM.

Jadiii, jangan takut lapor polisi, jalanin aja. Mereka baik-baik kok….
Yuk Lapor!


Contributor:

protes-public-profile

erista

There no description yet

Related posts

0 comments

Leave a comment