Protes Publik

13 June 2017

Ramadan hingga Lebaran 2017 Ketersediaan Bahan Pokok, Aman!

Pada tahun ini Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengklaim ketersediaan stok barang kebutuhan pokok menjelang Ramadan dan Lebaran 2017 mencukupi hingga empat / lima bulan ke depan dan harga terpantau stabil. 

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan), ketersediaan cabai pada Maret hingga Juni 2017 mencapai 405.344 ton, sedangkan kebutuhan sebesar 375.140 ton, sehingga ada surplus 30.205 ton. Kementan juga mencatat pasokan bawang merah 2.000 ton dan bawang putih 1.000 ton.

Di sisi stok minyak goreng mencapai 1,5 juta liter, gula 460.000 ton, beras 2,1 juta ton, sedangkan daging sapi beku sebanyak 40.000 ton dan dalam waktu dekat akan ada tambahan 51.000 ton daging sapi beku.

Biasanya kebutuhan bahan pokok di bulan Ramadan akan mengalami kenaikan permintaan oleh konsumen. Dan, dari kenaikan permintaan tersebut akan diikuti oleh kenaikan biaya distribusinya. Lalu berimbas kepada naiknya harga yang dijual kepada konsumen dan satu lagi yang penting adalah ulah para spekulan yang mencoba mencari keuntungan dengan menahan suplai dan dilepas pada saat harga tinggi.

Dan untuk menghindari hal tersebut Kemendag mengimbau kepada distributor, sub distributor dan agen untuk memiliki Tanda Daftar Pelaku Usaha Distribusi (TDPUD) Barang Kebutuhan Pokok. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) 20/2017 tentang Pendaftaran Pelaku Usaha Distribusi Barang Kebutuhan Pokok, sehingga jika ada spekulen yang mempermainkan harga bakal dikenakan tindakan hukum.

P.T. Suri Nusantara selaku pengelola Toko Daging Nusantara konsisten mendukung upaya pemerintah dalam menjaga harga daging. Untuk Harga Eceran Tertinggi (HET) daging beku atau impor sebesar Rp 80.000 / kg, sedangkan harga daging segar di pasar tradisional pada posisi di angka Rp 120.000 / kg. Harga ini diharapkan tidak melampaui daya beli masyarakat, sehingga kebutuhan daging selama bulan puasa dan menjelang Idul Fitri dapat terpenuhi dengan harga yang terjangkau.

Selain itu, Kementan juga akan menjaga pergerakan harga jenis cabai selama bulan Ramadhan. Langkah yang diambil antara lain dengan menjaga jalur distribusi, menjaga pola tanam, serta pemanfaatan Toko Tani Indonesia (TTI) secara maksimal. Bahkan, pihaknya juga akan memantau kebutuhan berbagai jenis cabai untuk kalangan industri makanan dan minuman supaya tidak menganggu pasokan cabai untuk masyarakat.

Kenaikan harga di bulan Ramadan dan Lebaran yang sudah hampir menjadi tradisi tiap tahun pasti akan terjadi mengingat adanya faktor permintaan dan ketersediaan di hari besar tersebut, namun kenaikan yang wajar yang harus dapat dijaga oleh pemerintah berdasarkan pengalaman – pengalaman sebelumnya.

 


Contributor:

protes-public-profile

tami

Tami, anak muda dengan semangat membuat Indonesia menjadi lebih baik ini memiliki ketertarikan khusus dengan topik transportasi publik dan hak atas pejalan kaki. Tami percaya bahwa kontribusi untuk negara dimulai dengan langkah kecil seperti menggunakan transportasi umum untuk menuju lokasi aktivitas kita.

Related posts

0 comments

Leave a comment