Protes Publik
Thursday, 26 July 2012  -  Admin

Medical Check Up: Antara Biaya & Layanan

Kesehatan merupakan hal terpenting dalam hidup, jauh lebih penting dari harta yang kita punyai. Harta menjadi tidak ada manfaatnya ketika kita dan keluarga tidak bisa menikmati karena sakit ,dan perlahan tapi pasti harta akan habis untuk biaya pengobatan yang semakin hari semakin mahal.

Untuk mengetahui lebih dini munculnya berbagai penyakit yang mematikan (seperti kanker, stroke dan jantung)  ditengah situasi pencemaran lingkungan  yang begitu tinggi dan makanan yang semakin banyak mengandung bahan tambahan non pangan yang berbahaya, kita harus rajin melakukan medical check up (MCU) atau pemeriksaan dokter berkala, berolah raga dan mengurangi stres. Apalagi yang sudah berusia 50 tahun keatas.

Terkait dengan pencegahan penyakit, MCU menjadi lahan menarik di kalangan dunia kedokteran dan Rumah Sakit (RS). Semua RS menawarkan berbagai paket MCU dari yang termurah sampai termahal dengan tujuan kelas menengah atas, termasuk yang mempunyai jaminan asuransi kesehatan yang lumayan besar.

Masyarakat kelas menengah atas ini biasanya lebih suka melakukan MCU ke luar negeri, seperti ke Malaysia, Singapore, Australia dll. Pertanyaannya : mengapa mereka lebih senang melakukan MCU di luar negeri dari pada di Rumah Sakit (RS) lokal baik milik Pemerintah maupun swasta? Apa karena gengsi atau mutlak hanya karena kualitas pelayanan?

Alasan MCU ke Luar Negeri

Berdasarkan pengalaman pribadi dan hasil bincang-bincang dengan banyak kalangan, melakukan MCU di RS lokal sering menyebalkan karena harus mengantri dan tidak pasti jamnya, laboratorium dan RS di Indonesia sering salah diagnosis bahkan beberapa kasus tertukar, hasil diagnosis laboratorium dan pemeriksaan medis lainnya lama (3 – 7 hari kerja), saat konsultasi dengan para dokter spesialis umumnya kurang jelas dan terkesan terburu-buru.

Sedangkan kalau MCU di RS Adventist Penang / RS Mt. Elizabeth Singapore/RS Pantai Kuala Lumpur tidak perlu mengantri karena jadwal sudah diatur sesuai perjanjian, hasilnya laboratorium dan pemeriksaan medis cepat (1 – 2 hari). Hasil bisa keluar sambil konsultasi dengan dokter, dokternyapun informatif, komunikatif, dan memberikan kesempatan kita bertanya apa saja sampai puas.

Persoalan biaya ternyata tidak terlalu berbeda jauh, coba perhatikan tabel rata-rata biaya dibawah ini. Memang harga rata-rata tersebut tidak apple to apple (tergantung macam jenis tes). Namun dari tabel di bawah ini terlihat bahwa harga MCU di Singapore dan Malaysia tidak berbeda terlalu jauh dengan di Indonesia. Pasien tidak perlu biaya tambahan transpor lokal dari airport ke RS dan sebaliknya karena biasanya akan diantar jemput gratis oleh RS.

Jika ada tambahan biaya MCU ke luar negeri muncul jika harus menginap untuk 1 – 2 hari di apartemen dan tiket pesawat pulang pergi yang tidak lebih dari Rp. 1.000.000 (dengan low cost carrier) dan biaya belanja dan rekreasi jika ada.

 

Rumah Sakit

Harga Medical Check Up Termurah

Harga Medical Check Up Termahal

Pria/Wanita

Pria/Wanita

1 RM = Rp 3020 / 1 SGD = Rp 7555

Pondok Indah

Rp 1,890,000

Rp 12,705,000 / Rp15,290,000

Siloam Karawaci

Rp 775,000

Rp 6,600,000 (tanpa MRI)

Premier Bintaro

Rp 300,000

Rp 15,925,000 / Rp 16,600,000

Adventist Penang

RM 640

RM 1980 / RM 2188

Rp 1,932,800

Rp 5,979,600 / Rp 6,607,760

Pantai Kuala Lumpur

RM 300

RM 934 (tanpa MRI)

Rp 906,000

Rp 2,820,680

Mount Elizabeth Singapura

SGD 550

SGD 1800 / SGD 2900

Rp 4,155,250

Rp 13,599,000 / Rp 21,909,500

Sumber: Website masing-masing RS

Jadi jangan heran kalau semakin banyak masyarakat kelas menengah atas yang MCU atau berobat atau dirawat sekalipun di negara tetangga. Kepandaian dokter dan peralatan kemungkinan tidak jauh berbeda, tetapi ketelitian karena takut pada etika kedokteran dan sanksi yang pasti akan dikenakan membuat para dokter dan RS di sana bekerja lebih  teliti dan bersungguh-sungguh.

Sebagai penutup, kemungkinan pendidikan dokter di Indonesia tidak diajarkan ilmu komunikasi dan hubungan antar manusia, sehingga sulit bagi dokter di sini memuaskan konsumen yang sedang butuh banyak informasi tentang kesehatannya.

Kelelahan dokter Indonesia karena harus berpraktek tunggang langgang ke berbagai RS dan klinik kemungkinan juga menjadi penyebab para dokter tidak komunikatif, kurang teliti, dan mau cepat selesai. Wallahu‘alam bisawab. AGUS PAMBAGIO (Pemerhati Kebijakan Publik dan Perlindungan Konsumen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Ikutan Protes

Untuk ikut berpartisipasi melakukan protes, silahkan login atau mendaftar terlebih dahulu.

Solusi Protes
Tuesday, 19 June 2012
Sistem Transportasi Publik – Belajar dari Negara Lain (Bag.2)

Sebagaimana disampaikan pada tulisan di Bagian 1, dapat disimpulkan bahwa  sistem transportasi publik di Amsterdam dan Berlin sebagai contoh, memang sudah dirancang untuk kelancaran dan kenyamanan penggunanya. Dengan perancangan sistem yang baik, orang yang tidak disiplin pun dididik untuk menjadi disiplin. Orang-orang Indonesia di luar negeri selalu tertib antre, tertib jika akan masuk angkutan umum, […]

Tuesday, 14 February 2012
Prinsip Mengelola Finansial

Tahun baru merupakan saat bagi kita memperbaharui komitmen untuk menjadi lebih baik daripada sebelumnya. Mungkin ada di antara Anda yang berpikir bahwa cara untuk memiliki keuangan yang lebih baik adalah dengan mencari pekerjaan baru agar mendapat gaji yang lebih tinggi. Bahkan Anda sudah membuat rencana dan target dengan gaji baru yang berjumlah 2 kali lipat […]

Wednesday, 7 December 2011
Merencanakan Hidup Hemat

Hindari gaya hidup boros. Buat batasan pengeluaran keuangan setiap bulan. Ini agar tidak cepat ‘lapar’ mata untuk membeli sesuatu yang sifatnya tidak mendesak. Menabunglah sekarang juga. Kunci kesuksesan menabung adalah menyisihkan uang di awal ketika menerima upah atau gaji. Setelah itu alokasikan untuk pengeluaran rutin. Buka rekening yang tidak mudah diambil. Untuk pembelian dengan jumlah […]

Copyrights © 2013. Kebijakan Pelayanan Publik - Kebijakan Pemerintah Indonesia by ProtesPublik.com