Protes Publik
Tuesday, 24 July 2012  -  Admin

Pantura Antara Ketahanan Jalan & Tonase

Sampai saat ini angkutan darat melalui jalan raya, khususnya di P. Jawa, masih menjadi primadona. Seiring dengan pertumbuhan ekonomi tahun lalu yang 6,5% dan gagalnya Keluarga Berencana (KB), membuat kepadatan jalan semakin sulit dikendalikan, khususnya pada saat menjelang hari raya Lebaran.

Terkait dengan angkutan darat di Pantura tidak bisa lepas dari kemacetan yang disebabkan oleh adanya perbaikan jalan yang tidak pernah berhenti, pasar tumpah, kecelakaan, munculnya kelompok peminta sumbangan pembangunan masjid, meluapnya kendaraan roda dua, dan ketidakdisiplinan pengemudi/pengendara.

Berdasarkan pemantauan awal kami di awal Juli lalu dari semua penyebab kemacetan itu, perbaikan jalan dan jembatan menjadi faktor yang dominan di tahun 2012 ini. Pertanyaan publik, mengapa perbaikan jalan tak kunjung usai sepanjang tahun? Begitu pula dengan jembatan. Mengapa sering dilakukan perbaikan jalan yang mengganggu pengguna jalan? Apakah memang buruk kualitas aspalnya atau pengerjaannya?

Perbaikan Jalan Tak Kunjung Henti

Biaya perawatan dan pembuatan jalan dan jembatan lintas provinsi, termasuk Pantura, sampai hari ini sepenuhnya masih dibiayai oleh APBN melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga, Kementrian Pekerjan Umum.

Terhitung mulai tahun 2010 anggaran untuk Ditjen Bina Marga meningkat terus dan di tahun 2012 anggaran Ditjen Bina Marga di APBNP 2012 sudah mencapai sekitar Rp. 30 triliun, (untuk kereta api kurang dari Rp. 8 triliun). Dengan anggaran yang meningkat, tentunya kualitas jalan dan jembatan antar provinsi harus lebih baik serta jumlah jalan dan jembatan antar propinsi di seluruh Indonesia harus bertambah. Masalahnya sampai saat kondisi jalan dan jembatan di Pantura saja, aspal dan/betonnya sangat buruk, bergelombang dan/atau berlubang.

Berdasarkan pertemuan dengan Menteri PU dan Dirjen Bina Marga minggu lalu di ruang kerja Menteri PU, disimpulkan bahwa penyebab utama kerusakan jalan dan jembatan di Pantura bukan karena rendahnya kualitas aspal dan/ beton tetapi karena  banyaknya kendaraan berat yang melebihi batas tonase jalan berlalu lalang dan tidak adanya drainase (saluran air) di sisi kiri dan kanan jalan.

Jalan antar propinsi di Pantura yang dibangun oleh Ditjen Bina Marga sebenarnya sudah dibuat dengan daya tahan aspal dan/atau beton sampai 10 tahun tanpa perbaikan. Namun  dengan banyaknya kendaraan berat dengan beban melebihi tonase kemampuan jalan dan tidak adanya drainase membuat aspal jalan rata-rata hanya mampu bertahan selama 0.9 tahun saja.

Jadi jangan heran kalau perbaikan jalan sepanjang jalan antar propinsi di Pantura dan daerah lain berjalan sepanjang tahun tiada henti. Akibatnya kita ketahui bahwa kemacetan juga bertambah parah.

Langkah Pemerintah

Di Indonesia muatan sumbu terberat per kendaraan 10 ton. Jadi dengan sumbu ganda komposisi berat total truk dan barang yang diangkut bisa mencapai 25 ton (5 ton roda depan dan 2 sumbu di belakang 2 x 10 ton atau 20 ton). Namun kenyataannya beban 1 truk dan muatannya bisa sampai 40 atau bahkan 60 ton, jauh melebihi kemampuan jalan menanggung beban kendaraan yang lewat. Kemudian Ditjen Bina Marga juga harus segera membuat drainase sepanjang jalan yang ada.

Kelebihan tonase ini dibiarkan terus tanpa ada tindakan hukum nyata dari Kementrian Perhubungan, Kementrian PU dan Dinas Perhubungan Pemerintah Daerah. Akibatnya pengaspalan jalan dan jembatan tak kunjung selesai dan menghambat pertumbuhan ekonomi.

Akhir kata jika menginginkan aspal yang tahan lama dan tidak terus menerus diperbaiki, pastikan persoalan tonase kendaraan angkut berat dibatasi sesuai UU No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang berlaku. Jika melanggar lakukan penindakan tegas sesuai dengan UU tersebut. AGUS PAMBAGIO (Pemerhati Kebijakan Publik dan Perlindungan Konsumen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Ikutan Protes

Untuk ikut berpartisipasi melakukan protes, silahkan login atau mendaftar terlebih dahulu.

Solusi Protes
Tuesday, 19 June 2012
Sistem Transportasi Publik – Belajar dari Negara Lain (Bag.2)

Sebagaimana disampaikan pada tulisan di Bagian 1, dapat disimpulkan bahwa  sistem transportasi publik di Amsterdam dan Berlin sebagai contoh, memang sudah dirancang untuk kelancaran dan kenyamanan penggunanya. Dengan perancangan sistem yang baik, orang yang tidak disiplin pun dididik untuk menjadi disiplin. Orang-orang Indonesia di luar negeri selalu tertib antre, tertib jika akan masuk angkutan umum, […]

Tuesday, 14 February 2012
Prinsip Mengelola Finansial

Tahun baru merupakan saat bagi kita memperbaharui komitmen untuk menjadi lebih baik daripada sebelumnya. Mungkin ada di antara Anda yang berpikir bahwa cara untuk memiliki keuangan yang lebih baik adalah dengan mencari pekerjaan baru agar mendapat gaji yang lebih tinggi. Bahkan Anda sudah membuat rencana dan target dengan gaji baru yang berjumlah 2 kali lipat […]

Wednesday, 7 December 2011
Merencanakan Hidup Hemat

Hindari gaya hidup boros. Buat batasan pengeluaran keuangan setiap bulan. Ini agar tidak cepat ‘lapar’ mata untuk membeli sesuatu yang sifatnya tidak mendesak. Menabunglah sekarang juga. Kunci kesuksesan menabung adalah menyisihkan uang di awal ketika menerima upah atau gaji. Setelah itu alokasikan untuk pengeluaran rutin. Buka rekening yang tidak mudah diambil. Untuk pembelian dengan jumlah […]

Copyrights © 2013. Kebijakan Pelayanan Publik - Kebijakan Pemerintah Indonesia by ProtesPublik.com