Namun, apa sebenarnya yang membuat sebuah persaingan gelar disebut luar biasa? Kadang karena ada tim yang membuang keunggulan poin sangat jauh, hadirnya tim kuda hitam yang mengganggu dominasi raksasa, atau sesederhana persaingan sengit yang melibatkan lebih dari dua tim hingga pekan terakhir.
Berikut adalah peringkat persaingan gelar Premier League paling seru yang pernah kita saksikan.
10. Musim 1995/1996: Kebangkitan Setan Merah

Salah satu alasan musim ini begitu ikonik adalah komentar pedas Alan Hansen di awal musim: “Anda tidak bisa memenangkan apa pun dengan anak-anak.” Saat itu, Manchester United yang mengandalkan banyak pemain muda baru saja kalah dari Aston Villa.
Rasanya hampir pasti Newcastle United asuhan Kevin Keegan akan juara karena sempat unggul 12 poin saat kompetisi menyisakan 15 laga. Namun, kembalinya Eric Cantona dari skorsing panjang mengubah segalanya. United terus mengejar, sementara Newcastle mulai kehabisan bensin. Puncaknya adalah wawancara emosional Keegan yang terkenal, namun pada akhirnya Setan Merah tetap keluar sebagai juara dengan selisih empat poin.
9. Musim 2023/2024: Konsistensi Tak Terbendung

Musim ini sebenarnya punya potensi jadi yang terbaik, meski akhirnya sudah bisa ditebak siapa pemenangnya. Awalnya ada tiga tim yang bersaing sengit, namun Liverpool rontok di bulan April.
Arsenal tampil luar biasa dengan memenangkan 16 dari 18 laga terakhir mereka. Sayangnya, mereka menghadapi Manchester City yang seperti robot; tidak terkalahkan sejak Desember. Meski Arsenal memberikan tekanan luar biasa hingga hari terakhir, City tetap tenang menyapu bersih kemenangan dan mempertahankan takhta mereka.
8. Musim 1994/1995: Kejutan Blackburn

Persaingan ini punya dua elemen hebat: juara yang tidak terduga dan drama hari terakhir yang mencekam. Blackburn Rovers, yang saat itu disokong pemilik kaya Jack Walker, mengandalkan duet maut Alan Shearer dan Chris Sutton.
Di laga terakhir, Blackburn kalah dari Liverpool. Para fans dan pelatih Kenny Dalglish sempat tegang menunggu hasil Manchester United lawan West Ham. Jika United menang, gelar Blackburn melayang. Beruntung bagi mereka, United hanya main imbang, dan Blackburn pun berpesta.
7. Musim 1998/1999: Awal Treble

Persaingan dua arah memang seru, tapi tiga arah jauh lebih menantang. United, Arsenal, dan Chelsea bersaing ketat musim ini. Chelsea sempat memimpin di pertengahan musim, namun mulai goyah di bulan April.
United akhirnya memastikan gelar di hari terakhir setelah mengalahkan Tottenham. Kemenangan ini menjadi awal dari sejarah besar mereka meraih Treble Winners, karena setelahnya mereka juga menyabet trofi FA Cup dan Liga Champions.
6. Musim 2009/2010: Dominasi The Blues

Kali ini Chelsea yang berhasil menjegal dominasi Manchester United. Di bawah asuhan Carlo Ancelotti, Chelsea tampil sangat tajam. Momen kunci terjadi saat mereka menang 2 1 di Old Trafford pada bulan April. Chelsea akhirnya mengunci gelar di pekan terakhir dengan kemenangan telak 8 0 atas Wigan untuk membuktikan bahwa mereka memang layak juara.
5. Musim 2018/2019: Persaingan Nyaris Sempurna

Ini adalah level persaingan yang tidak masuk akal. Manchester City dan Liverpool sama-sama mengumpulkan poin yang sangat tinggi. Di hari terakhir, City punya 95 poin dan Liverpool 94 poin.
City sempat tertinggal duluan dari Brighton yang membuat pendukung Liverpool berharap cemas, namun tim asuhan Pep Guardiola bangkit dan menang 4 1. Liverpool harus rela menjadi runner up meski meraih 97 poin, sebuah angka yang biasanya sudah cukup untuk menjamin gelar juara di musim lain.
4. Musim 2015/2016: Keajaiban Leicester

Kisah dongeng terbesar dalam sejarah sepak bola. Leicester City mungkin mengakhiri musim dengan selisih 10 poin, tapi rasanya sangat menegangkan karena semua orang menunggu kapan mereka akan “terpeleset”.
Tantangan terdekat justru datang dari Tottenham, namun mereka malah loyo di akhir musim. Gelar juara Leicester dipastikan lewat hasil imbang Tottenham melawan Chelsea di laga yang dikenal sebagai “Battle of the Bridge”. Leicester yang musim sebelumnya hampir degradasi, justru keluar sebagai juara.
3. Musim 2011/2012: Momen Ikonik Aguero

Tidak ada drama hari terakhir yang bisa mengalahkan momen “Aguerooooo”. Manchester United sempat unggul delapan poin saat liga menyisakan enam laga, namun mereka membuang keunggulan itu.
Di laga terakhir, City wajib menang atas QPR. Saat United sudah menyelesaikan laga mereka dengan kemenangan, City masih tertinggal 1 2 saat memasuki masa tambahan waktu. Edin Dzeko menyamakan kedudukan, dan di detik-detik akhir, Sergio Aguero mencetak gol kemenangan yang mengubah sejarah Premier League selamanya.
2. Musim 2007/2008: Ketat Hingga Akhir

Lagi-lagi persaingan tiga arah antara United, Chelsea, dan Arsenal. Arsenal sempat memimpin lama namun hancur setelah cedera parah Eduardo di bulan Februari.
Persaingan pun mengerucut ke United dan Chelsea yang dipimpin Avram Grant. Chelsea sempat menang atas United di Stamford Bridge yang membuat poin mereka sama di hari terakhir. Namun, United unggul selisih gol dan berhasil memastikan gelar setelah mengalahkan Wigan 2 0.
1. Musim 2013/2014: Drama yang Tak Terlupakan

Musim yang selalu diingat fans Liverpool karena alasan yang menyakitkan. Liverpool asuhan Brendan Rodgers sebenarnya tampil luar biasa dengan duet Suarez dan Sturridge. Mereka sudah di ambang juara setelah mengalahkan City 3 2.
Namun, drama terjadi saat Steven Gerrard terpeleset di laga lawan Chelsea yang membuat mereka kalah. Setelah itu, mereka membuang keunggulan 3 0 menjadi 3 3 melawan Crystal Palace. Manchester City memanfaatkan kegagalan Liverpool itu dengan menyapu bersih laga sisa untuk merebut gelar juara dari genggaman rivalnya.