Berita Terbaru

Analisis Satu Gol Satu Sejarah Nottingham Forest Usai Singkirkan Porto di Liga Europa

Analisis Satu Gol Satu Sejarah Nottingham Forest Usai Singkirkan Porto di Liga Europa

Terakhir kali klub ini tampil impresif di pentas Eropa terjadi pada era Brian Clough, ketika mereka meraih dua gelar Piala Champions Eropa secara beru...

Terakhir kali klub ini tampil impresif di pentas Eropa terjadi pada era Brian Clough, ketika mereka meraih dua gelar Piala Champions Eropa secara beruntun serta menembus semifinal UEFA Cup dalam rentang lima tahun.

Kini, skuad asuhan Vitor Pereira berpeluang menciptakan sejarah baru setelah menyingkirkan Porto dengan agregat 2-1 pada babak perempat final.

Gol tunggal Morgan Gibbs-White menjadi penentu kemenangan 1-0 pada leg kedua. Laga tersebut juga diwarnai suasana emosional karena tim memberikan dukungan kepada Elliot Anderson, yang tengah berduka setelah ibunya meninggal dunia menjelang pertandingan.

Keberhasilan ini terasa istimewa mengingat perjalanan musim mereka yang tidak stabil, termasuk pergantian empat pelatih. Kemenangan ini juga dipengaruhi oleh kartu merah cepat yang diterima Jan Bednarek, mantan bek Southampton.

Meski sukses di Eropa, situasi mereka di liga domestik masih belum aman. Ancaman degradasi masih membayangi menjelang akhir musim.

Pertandingan melawan Burnley pada Minggu dinilai memiliki dampak besar, bahkan dianggap lebih krusial dibanding kemenangan di laga ini. Apalagi, pertandingan kontra wakil Portugal tersebut berjalan lebih sulit dari yang diperkirakan, dengan lawan sempat dua kali mengenai tiang gawang.

Kemenangan ini juga diwarnai kabar kurang baik setelah Chris Wood mengalami cedera lutut dan harus keluar lapangan lebih awal dalam pertandingan ketiganya setelah absen panjang selama enam bulan. Pada babak kedua, Hudson-Odoi dan Murillo juga mengalami masalah fisik.

Forest sebenarnya tampil dominan sejak awal pertandingan. Dalam kurun empat menit yang krusial, mereka mampu mengendalikan jalannya laga.

Insiden penting terjadi ketika Bednarek melakukan pelanggaran keras terhadap Wood. Wasit asal Belanda, Danny Makkelie, kemudian mengecek VAR sebelum akhirnya mengeluarkan kartu merah pada menit kedelapan.

Meski sempat melanjutkan permainan, Wood terlihat kesakitan. Tak lama kemudian, tim tuan rumah berhasil membuka keunggulan.

Nicolás Domínguez merebut bola di lini tengah sebelum memberikan kesempatan kepada Gibbs-White untuk menyerang. Tembakan dari luar kotak penalti sempat berubah arah setelah mengenai Pablo Rosario, sehingga mengecoh kiper lawan.

Setelah mencetak gol, kapten tim langsung mengangkat jersey bertuliskan “Family first. We’re all with you” sebagai bentuk dukungan kepada Anderson.

Namun, Wood tidak mampu bertahan lama di lapangan dan akhirnya harus ditarik keluar beberapa menit kemudian.

Sepanjang babak pertama, Forest terus menekan untuk menambah keunggulan. Beberapa peluang tercipta, termasuk dua sundulan Igor Jesus yang belum menemui sasaran, serta peluang dari Murillo dan Domínguez yang masih melenceng tipis.

Memasuki babak kedua, pola permainan tidak banyak berubah. Neco Williams sempat mencoba peruntungan, sementara Jesus juga mendapatkan peluang, namun masih belum membuahkan hasil.

Porto sempat memberikan ancaman serius menjelang satu jam pertandingan berjalan. Umpan silang Seko Fofana disambut William Gomes di tiang jauh, tetapi peluang dari jarak sangat dekat itu justru membentur mistar gawang.

Cedera yang dialami Hudson-Odoi dan Murillo sempat mengganggu ritme permainan tuan rumah. Situasi ini dimanfaatkan lawan untuk meningkatkan tekanan, termasuk melalui tendangan jarak jauh Alan Varela yang kembali menghantam mistar.

Meski menghadapi tekanan di akhir laga, Forest tetap mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir berbunyi.

Kemenangan ini menjadi pencapaian terbaik mereka di kompetisi Eropa dalam 42 tahun terakhir.

  • TOPIK
  • FC Porto
  • Hasil Pertandingan
  • Liga Europa
  • Nottingham Forest
  • TOPIK
  • FC Porto
  • Hasil Pertandingan
  • Liga Europa
  • Nottingham Forest