Barcelona memang lolos. Namun, jalan menuju sana sama sekali tidak mulus. Banyak yang sempat ragu. Banyak pula yang hampir kehilangan harapan.
Musim ini, Barcelona datang ke Liga Champions 2025-2026 dengan ambisi besar. Targetnya jelas. Trofi keenam.
Namun, langkah awal mereka justru tersendat.
Kekalahan dari Paris Saint-Germain, Chelsea, serta hasil imbang mengecewakan melawan Club Brugge membuat posisi Los Cules goyah.
Tujuh laga berjalan, mereka bahkan sempat berada di luar delapan besar. Situasinya genting. Tekanan meningkat. Kritik mengalir. Hansi Flick pun berada di bawah sorotan.
Kemenangan atas Copenhagen yang Mengubah Segalanya
Semua berubah di laga terakhir. Bermain di Camp Nou, Barcelona tampil menggila saat menjamu Copenhagen. Empat gol bersarang. Satu kemenangan yang terasa seperti final.
Skor 4-1 itu bukan sekadar angka. Itu adalah tiket langsung ke 16 besar.
Hasil tersebut membawa Sang Raja Eropa naik ke posisi kelima klasemen fase liga. Tanpa playoff. Tanpa drama tambahan.
Untuk dua musim beruntun, Barcelona sukses menghindari jalur neraka knockout playoff.
Mental Baja di Tiga Laga Penentuan
Menariknya, kelolosan ini tidak datang secara instan. Barcelona harus menang di tiga laga terakhir.
Mereka menundukkan Eintracht Frankfurt. Mereka mengatasi Slavia Prague. Dan mereka menuntaskan tugas melawan Copenhagen.
Tanpa margin kesalahan. Tanpa ruang untuk terpeleset. Satu hasil buruk saja, semua bisa berantakan.
Di sinilah mental Flick dan anak asuhnya benar-benar diuji.
Bukan Cuma PSG, Empat Tim Ini Bisa Jadi Mimpi Buruk Barcelona
Berdasarkan hasil Matchday 8, Barcelona akan menghadapi tim peringkat 11, 12, 21, atau 22.
Identitas lawan masih menunggu hasil playoff. Namun, empat nama sudah mengintai. Siapa saja mereka?
PSG bukan sekadar lawan. Mereka adalah juara bertahan Eropa. Rival lama. Musuh klasik.
Pertemuan ini selalu panas, selalu penuh drama. Dari comeback legendaris hingga kontroversi wasit. Siapkah Barcelona mengulang sejarah?
Newcastle bukan tim sembarangan. Barcelona sudah pernah bertemu mereka musim ini dan menang.
Dua gol Marcus Rashford saat itu masih segar dalam ingatan. Namun, apakah The Magpies akan membiarkan hal itu terulang?
Tentu tidak.
Monaco punya cerita tersendiri. Mereka adalah satu-satunya tim yang mengalahkan Barcelona di fase liga musim 2024-2025.
Lebih menarik lagi, laga ini bisa mempertemukan Blaugrana dengan Ansu Fati. Anak emas yang pulang sebagai lawan.
Di atas kertas, Qarabag adalah lawan paling ringan. Tim asal Azerbaijan ini memang kalah telak dari Liverpool di Matchday 8.
Namun, mereka memenangkan tiga dari tujuh laga awal. Artinya, mereka bukan sekadar penggembira. Menganggap remeh bisa jadi bumerang.
Jadwal 16 Besar Liga Champions yang Wajib Dicatat
Barcelona patut bersyukur. Mereka tidak perlu menjalani dua laga tambahan playoff.
Di tengah padatnya jadwal La Liga dan Copa del Rey, ini adalah keuntungan besar.
Babak 16 besar baru akan dimulai enam pekan lagi.
- Leg pertama (tandang): 10-11 Maret WIB
- Leg kedua (kandang di Camp Nou): 17-18 Maret WIB
- Sementara undian akan digelar pada: 27 Februari
Opini Gilabola: Posisi Kelima Bisa Jadi Berkah, Bisa Jadi Petaka
Kami di Gilabola melihat posisi kelima ini sebagai pedang bermata dua.
Di satu sisi, Barcelona mendapat waktu istirahat lebih banyak. Flick bisa mengatur rotasi. Mengelola kebugaran. Mematangkan taktik.
Namun, di sisi lain, daftar calon lawan mereka justru mengerikan. PSG dan Monaco bukan tim yang ingin Anda temui di fase ini.
Bahkan Newcastle yang tampak “biasa” bisa berubah menjadi monster di fase gugur.
Kami juga menilai bahwa konsistensi masih menjadi masalah utama Blaugrana. Mereka bisa tampil hebat di satu laga, lalu tiba-tiba drop di laga berikutnya.
Jika pola ini tidak dibenahi, siapa pun lawannya bisa menjadi mimpi buruk.
Di Liga Champions, nama besar tidak menjamin apa-apa. Yang dibutuhkan adalah mental, disiplin, dan konsistensi.