Berita Terbaru

Dibeli Mahal, Penuh Drama, Kini Nilai Transfer Alexander Isak di Liverpool Turun Drastis!

Dibeli Mahal, Penuh Drama, Kini Nilai Transfer Alexander Isak di Liverpool Turun Drastis!

Nilai transfer Alexander Isak mengalami penurunan signifikan pada musim perdananya bersama Liverpool. Penyerang asal Swedia itu belum mampu menunjukka...

Nilai transfer Alexander Isak mengalami penurunan signifikan pada musim perdananya bersama Liverpool. Penyerang asal Swedia itu belum mampu menunjukkan performa maksimal sejak didatangkan dari Newcastle United, terutama karena masalah kebugaran dan cedera yang terus mengganggunya.

Liverpool sebenarnya sudah lama memantau Isak sebelum akhirnya menyepakati transfer pada hari terakhir bursa transfer musim panas September lalu. Klub Merseyside itu rela mengeluarkan dana besar demi memboyong sang striker, namun investasi tersebut belum berbuah sesuai harapan.

Transfer Rekor dan Awal Musim yang Tidak Ideal

Liverpool merekrut Isak dari Newcastle dengan nilai sekitar 125 juta poundsterling, atau setara kurang lebih Rp2,44 triliun. Dalam mata uang dolar Amerika, kesepakatan itu mencapai sekitar 170 juta dolar AS, atau sekitar Rp2,63 triliun, sekaligus menjadi rekor transfer tertinggi dalam sejarah sepak bola Inggris.

Isak pun tercatat sebagai pembelian termahal Liverpool sepanjang masa.

Pada jendela transfer yang sama, Liverpool juga mendatangkan Florian Wirtz dari Bayer Leverkusen dengan nilai yang berpotensi mencapai sekitar Rp2,45 triliun, serta merekrut Hugo Ekitike dengan biaya yang bisa meningkat hingga sekitar Rp1,66 triliun.

Namun, Isak datang ke Anfield tanpa menit bermain bersama Newcastle selama pramusim. Kondisi tersebut membuatnya harus menghabiskan beberapa bulan awal musim untuk memulihkan kebugaran dan menyesuaikan diri dengan tim barunya.

Sepanjang musim, ia baru mencetak tiga gol dari 16 penampilan bersama Liverpool.

Cedera Serius dan Penurunan Nilai Pasar

Masalah utama Isak datang pada Desember lalu, saat Liverpool menghadapi Tottenham Hotspur. Dalam laga tersebut, ia mengalami cedera pergelangan kaki dan patah tulang fibula.

Cedera itu memaksanya menjalani operasi dan harus menepi selama beberapa bulan. Hingga kini, belum ada kepastian kapan ia bisa kembali bermain secara penuh.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada nilai pasarnya. Saat pertama kali bergabung dengan Liverpool, Transfermarkt menaksir harga Isak di angka sekitar 165 juta dolar AS, atau kurang lebih Rp2,56 triliun. Kini, valuasi itu turun menjadi sekitar 142 juta dolar AS, setara Rp2,20 triliun.

Penurunan tersebut dinilai wajar, mengingat Isak hanya tampil dalam 16 pertandingan sejak akhir Mei dan lebih banyak menghabiskan waktu untuk pemulihan cedera serta mengembalikan kebugaran.

Pelatih Liverpool, Arne Slot, juga mengakui bahwa kondisi Isak masih jauh dari kata siap. Pada 30 Januari lalu, ia menyampaikan bahwa sang pemain bahkan belum kembali berlatih di lapangan.

Slot menyebut Isak baru lepas dari alat bantu jalan dan masih membutuhkan waktu panjang sebelum benar-benar siap menjalani program pemulihan penuh.

Harapan Liverpool dan Catatan dari Stefan Schwarz

Meski musim ini berjalan sulit, Liverpool tetap berharap Isak bisa menjadi pemain kunci pada musim depan setelah pulih sepenuhnya. Namun, ia diingatkan untuk lebih mampu mengatasi masalah cedera jika ingin mencapai level tertinggi.

Mantan gelandang Arsenal dan timnas Swedia, Stefan Schwarz, menilai Isak memiliki kualitas besar, tetapi riwayat cederanya menjadi penghambat utama.

Schwarz mengatakan bahwa Isak harus terlebih dahulu pulih sepenuhnya sebelum bisa memberikan kontribusi maksimal. Menurutnya, sang striker memiliki ketenangan di kotak penalti, kemampuan penyelesaian akhir yang baik, serta kreativitas di ruang sempit.

Namun, tanpa kontinuitas bermain, sangat sulit bagi seorang pemain untuk mencapai level dunia.

Ia juga percaya bahwa Liverpool akan membantu Isak menemukan keseimbangan yang tepat agar tidak terlalu sering absen. Jika mampu menjaga kondisi fisiknya, Schwarz menilai Isak bisa berkembang menjadi pemain yang jauh lebih baik pada musim mendatang.

Saat ini, Isak belum dianggap sebagai striker kelas dunia, tetapi potensinya masih sangat besar. Masa depannya di Liverpool sangat bergantung pada kemampuannya mengatasi masalah cedera dan menjaga konsistensi setelah kembali ke lapangan.

  • TOPIK
  • Alexander Isak
  • Liverpool
  • ← Kembali ke daftar artikel