Berita Terbaru

Gabriel Heinze, Senjata Rahasia Arsenal Yang Bisa Menentukan Nasib Gelar Liga Inggris

Gabriel Heinze, Senjata Rahasia Arsenal Yang Bisa Menentukan Nasib Gelar Liga Inggris

Arsenal memiliki satu keunggulan jelas atas Manchester City dalam persaingan menuju gelar Liga Inggris musim ini: pertahanan yang konsisten dan terorg...

Arsenal memiliki satu keunggulan jelas atas Manchester City dalam persaingan menuju gelar Liga Inggris musim ini: pertahanan yang konsisten dan terorganisasi. Meski peluang memecahkan rekor kebobolan paling sedikit sepanjang musim sudah tertutup, fondasi bertahan tim asuhan Mikel Arteta justru mengarah pada pencapaian lain yang tak kalah bergengsi.

Pada November lalu, kemenangan 2-0 atas Burnley membuat Arsenal hanya kebobolan tiga gol dari sepuluh laga liga. Saat itu, rekor Chelsea yang hanya kebobolan 15 gol dalam satu musim Premier League tampak berada dalam ancaman. Namun, dengan total 17 gol kebobolan dan 13 laga liga tersisa, peluang tersebut kini telah berlalu.

Mengejar Rekor Clean Sheet

Meski demikian, Arsenal tetap berada di jalur pencapaian bersejarah lainnya. Rekor clean sheet terbanyak dalam satu musim di semua kompetisi masih dipegang Manchester United, yang mencatatkan 36 clean sheet dari 66 pertandingan pada musim 2008-09.

Setelah menahan Sunderland tanpa gol pada akhir pekan lalu, Arsenal kini telah mengoleksi 21 clean sheet dari 39 pertandingan di semua ajang. Dengan 13 laga Premier League tersisa, satu final Carabao Cup melawan Manchester City, serta minimal tiga pertandingan tambahan di Liga Champions dan Piala FA, Arsenal berpotensi memainkan hingga 65 laga musim ini.

Artinya, mereka masih memiliki maksimal 26 pertandingan untuk menambah 16 clean sheet demi melampaui rekor United. Dengan performa bertahan saat ini, target tersebut bukan sesuatu yang mustahil.

Data Bicara soal Solidnya Pertahanan

Performa bertahan Arsenal semakin terlihat jelas lewat statistik. Pada musim 2023-24, mereka rata-rata menghadapi 8,5 tembakan per laga di liga, angka yang naik menjadi 9,5 pada musim berikutnya. Musim ini, jumlah tersebut turun signifikan menjadi hanya 7,6 tembakan per pertandingan.

Dari sisi gol, Arsenal kini hanya kebobolan rata-rata 0,68 gol per laga, jauh lebih baik dibanding dua musim sebelumnya. Data expected goals against juga menguatkan dominasi ini. Berdasarkan catatan WhoScored, total xGa Arsenal di liga musim ini berada di angka 19,42. Manchester City menjadi tim terdekat, namun jaraknya cukup jauh dengan xGa mencapai 31,91.

Pendekatan ini memberi Arsenal kontrol yang lebih baik atas jalannya pertandingan, sekaligus meminimalkan risiko. Dalam persaingan gelar, fondasi pertahanan yang kuat sering kali menjadi pembeda utama.

Peran Gabriel Heinze di Balik Layar

Peningkatan signifikan ini tidak lepas dari perubahan di belakang layar. Declan Rice mengungkapkan bahwa kehadiran Gabriel Heinze sebagai pelatih bertahan sejak musim panas lalu memberi dampak besar.

“Heinze datang musim ini sebagai pelatih bertahan dan dia luar biasa. Semua pemain sangat terlatih,” ujar Rice. Pelatih asal Argentina itu dikenal aktif bekerja secara individual dengan pemain, mengasah detail-detail kecil dalam bertahan.

Pengalaman Heinze menjuarai Premier League bersama Manchester United juga menjadi nilai tambah. Arteta menilai pengalaman tersebut membantu skuad menghadapi tekanan dalam perburuan gelar.

“Ketika seseorang pernah mengalaminya, detail yang bisa dibagikan sangat luar biasa. Apa yang membantu dan apa yang tidak, semuanya sangat berguna untuk mendukung pemain,” kata Arteta.

Perubahan di luar lapangan ini berbuah nyata di atas lapangan. Jika konsistensi ini mampu dipertahankan hingga akhir musim, Arsenal bukan hanya berpeluang meraih trofi yang mereka incar, tetapi juga menorehkan rekor yang selama ini jarang disorot.

  • TOPIK
  • Arsenal
  • Manchester City
  • Pilihan Editor
  • ← Kembali ke daftar artikel