Berita Terbaru

Persiapan Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2030, Maroko Habisi Jutaan Anjing! Apa Salah Mereka?

Persiapan Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2030, Maroko Habisi Jutaan Anjing! Apa Salah Mereka?

Maroko menghadapi gelombang kritik setelah dituding melakukan pembunuhan massal terhadap anjing liar menjelang Piala Dunia 2030. Sejumlah organisasi k...

Maroko menghadapi gelombang kritik setelah dituding melakukan pembunuhan massal terhadap anjing liar menjelang Piala Dunia 2030. Sejumlah organisasi kesejahteraan hewan menyebut lebih dari tiga juta anjing berisiko dibunuh sebagai bagian dari upaya “membersihkan” jalanan sebelum turnamen digelar.

Tuduhan tersebut memicu perhatian internasional, termasuk dari aktor dan aktivis yang pernah masuk nominasi Oscar, Mark Ruffalo. Ia menyebut dugaan itu sebagai kegagalan moral.

“Membunuh jutaan anjing demi mempersiapkan ajang olahraga global bukanlah kemajuan, melainkan kegagalan moral,” tulis Ruffalo di media sosial X. Ia menegaskan bahwa solusi yang lebih manusiawi tersedia dan harus dipilih.

Laporan Organisasi Kesejahteraan Hewan

Koalisi International Animal Welfare and Protection Coalition menyatakan bahwa sebelum Maroko dipastikan menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia 2030 dengan Spanyol dan Portugal, sekitar 300.000 hewan sudah dibunuh setiap tahun melalui metode seperti penembakan dan peracunan.

Menurut laporan mereka, jumlah itu meningkat setelah konfirmasi tuan rumah diumumkan. Koalisi tersebut mengklaim metode yang digunakan mencakup peracunan dengan strychnine, baik melalui suntikan langsung maupun dicampur ke makanan.

Mereka juga menuduh adanya patroli bersenjata yang menembak anjing liar di jalanan menggunakan senapan dan pistol. Dalam petisinya, kelompok itu menyebut bangkai hewan kerap dibiarkan membusuk di lokasi.

Anjing-anjing yang ditangkap, menurut tudingan tersebut, dibawa ke fasilitas yang disebut sebagai “dispensari palsu” untuk dibunuh. Disebutkan pula adanya praktik pembakaran di insinerator atau penguburan massal, dengan klaim sebagian hewan belum mati saat dibuang.

Investigasi yang dilakukan The Athletic bulan lalu juga melaporkan keberadaan sebuah “kill centre” di pinggiran destinasi wisata Marrakech, tempat hewan disebut dibunuh.

Bantahan Pemerintah dan Respons FIFA

Kedutaan Besar Maroko di London membantah adanya rencana pembantaian massal. Pemerintah menegaskan tidak ada program culling terhadap anjing liar dan menyatakan komitmen pada pengelolaan hewan yang manusiawi dan berkelanjutan.

“Tuduhan bahwa Maroko merencanakan pembunuhan anjing liar menjelang Piala Dunia 2030 sepenuhnya tidak benar,” kata juru bicara pemerintah tahun lalu.

Pada Agustus lalu, Maroko mengajukan rancangan undang-undang yang mengatur hukuman penjara dua hingga enam bulan bagi siapa pun yang dengan sengaja membunuh, menyiksa, atau melukai hewan liar. Namun, aturan itu juga memuat sanksi bagi pihak yang memberi makan, menampung, atau merawat hewan liar, dengan ancaman denda atau hukuman penjara bagi pelanggar berulang.

Sementara itu, FIFA menyatakan tengah bekerja sama dengan International Animal Welfare and Protection Coalition untuk menyampaikan rekomendasi terkait kesejahteraan hewan kepada otoritas Maroko.

“Setelah proses bidding selesai, FIFA menindaklanjuti dengan mitra lokal guna memastikan komitmen yang dibuat tetap dijalankan,” kata juru bicara FIFA.

  • TOPIK
  • Piala Dunia 2030
  • TOPIK
  • Piala Dunia 2030