Gol tunggal dalam pertandingan tersebut dicetak oleh Matheus Cunha. Menariknya, gol itu lahir dari satu-satunya tembakan tepat sasaran yang dilepaskan tim tamu di Stadion Stamford Bridge.
Kekalahan ini memperpanjang tren buruk tim tuan rumah yang kini menelan empat kekalahan beruntun di Premier League tanpa mampu mencetak gol. Catatan ini menjadi yang terburuk sejak Maret 1998.
Pelatih Liam Rosenior mengakui situasi timnya kini semakin sulit. Mereka tertahan di posisi keenam klasemen, terpaut empat poin dari peringkat kelima yang dihuni oleh Liverpool, yang masih memiliki satu pertandingan lebih banyak.
Menurut Rosenior, peluang timnya belum sepenuhnya tertutup, tetapi jalan yang harus dilalui kini jauh lebih berat.
Ia menegaskan timnya harus segera bangkit saat menghadapi Brighton pada pertandingan berikutnya, yang dijadwalkan berlangsung Selasa (WIB). Laga tersebut dianggap sebagai momentum penting untuk menghidupkan kembali harapan mereka di sisa musim.
Di sisi lain, hasil ini menjadi kabar positif bagi kubu Setan Merah yang dilatih Michael Carrick. Kemenangan ini semakin menguatkan posisi mereka di zona Liga Champions dengan lima pertandingan tersisa.
Performa tim tamu dinilai semakin mengesankan karena mereka tampil dengan komposisi lini belakang darurat. Carrick harus memasang duet bek tengah yang tidak biasa, yaitu Ayden Heaven dan Noussair Mazraoui, akibat kombinasi cedera dan hukuman larangan bermain.
Carrick menyebut kemenangan ini sangat penting, terutama karena timnya harus beradaptasi dengan kondisi yang tidak ideal. Ia juga menyinggung situasi Leny Yoro yang batal tampil di menit-menit akhir, sehingga memaksa perubahan rencana.
Ia memberikan apresiasi besar kepada para pemain dan staf pelatih yang mampu menyesuaikan strategi dalam waktu singkat, serta memastikan seluruh skuad tetap siap menghadapi pertandingan.